KEPRI

Sumbar dan Kepri Akan MoU di Bidang Agro Bisnis dan Pertanian

Gubernur sumbar dan kepri disaksikan walikota batam saat pengukuh pengurus IKSB Batam kemarin.

PROKEPRI.COM, BATAM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dalam waktu dekat berencana akan melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dibidang agro bisnis pertanian seperti cabe, sayur-mayur, beras dan lain sebagainya.

“Mengingat hasil pertaniannya yang baik, maka secepatnya kita akan MoU dengan Pemprov Sumbar,” ujar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat menghadiri acara pelantikan IKSB Batam dan pembukaan Sumbar Expo 2017 di Engku Putri, Batam Centre, malam Jum’at tadi, (9/11/2017).

Nurdin menjelaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pangan di wilayah Kepri. Selain itu, secara otomatis juga bisa menguntungkan Pemprov Sumbar sendiri.

Meski begitu, Nurdin tidak menyebutkan secara rinci tentang kapan nota kesepahaman tersebut akan dilaksanakan. Hanya saja, Ia berharap nantinya kedua belah pihak bisa saling menguntungkan.

Menurut dia, Sumatera Barat Expo 2017 di Batam ini merupakan pilihan yang tepat. Dikarenakan Provinsi Kepri merupakan daerah yang banyak mendapat kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negri. Seperti Singapura, Malaysia, Thailan dan lainnya.

“Sangat tepat digelar di Batam. Sebab Kepri banyak kunjungan wisatawannya,” ungkap Nurdin, dikutip Prokepri.Com dari laman Wartakepri.Com, Jum’at (10/11/2017).

Sehingga Sumbar dapat memperkenalkan berbagai produk ekonomi kerakyatan seperti, kuliner, kerajinan, busana, atau produk UKM yang nantinya dapat dikenal oleh masyarakat Kepri atau wisatawan mancanegara.

Masih kata Nurdin, dalam jumpa pers di Harris Hotel Batam Centre, Gubernur Sumbar menunjukkan keseriusannya untuk menggaet investor dengan membawa sejumlah Kepala Daerah dari Sumatera Barat.

“Letak strategis Kepri yang berdekatan dengan negara tetangga, sangat menguntungkan untuk memperkenalkan Sumatera Barat sebagai tempat investasi dan berwisata,” pungkasnya. (*/r)

EDITOR : INDRA H

Back to top button