KEPRI

Ini Dampak Positif Jika Provinsi Natuna-Anambas Berdiri

Pengamat politik, Robby Patria. Foto prokepri/amin.

PROKEPRI.COM, NATUNA – Pengamat politik dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Robby Patria menilai bahwa manfaat pemekaran baru (Provinsi Natuna-Anambas,red) akan memberikan efek positif bagi karir politik politis lokal.

“Dari sisi politik, di sisi politik, manfaat pemekaran daerah baru akan memberikan efek positif bagi karir politik politisi lokal,”kata Robby, Minggu (4/5/2025).

“Bayangkan jika ada gubernur, maka akan ada wakil gubernur, ada jabatan sekda dan puluhan jabatan eselon II sampai jabatan puluhan orang menjadi anggota DPRD provinsi. Anggota DPRD saat ini di Natuna dan Kabupaten Anambas bisa berubah status jadi anggota DPRD provinsi,”sambungnya melanjutkan.

Bahkan, menurut mantan Ketua KPU Kota Tanjungpinang ini, jumlah anggota DPRD kabupaten kota juga akan bertambah empat hingga lima kali lipat dari jumlah anggota DPRD Natuna dan Anambas saat sekarang.

“Karena akan ada kabupaten baru, tentu akan ada juga bupati baru. Dan itu memerlukan tambahan ASN untuk mengisi posisi pemerintahan,”jelasnya.

Bagi pencari kerja bidang politik, maka daerah pemekaran baru adalah lahan empuk untuk berebut kekuasaan.

“Inilah dampak positif dari pemekaran. Jika SDM lokal sudah siap mengisi posisi pemerintahan, maka mereka akan menduduki posisi penting,”yakin Robby.

Namun, jika SDM lokal tidak siap, maka posisi-posisi ASN akan diperebutkan oleh sumber daya luar yang bisa berasal dari seluruh Indonesia.

“Dari sisi politik, maka elit di sana akan mendapatkan manfaat besar. Status mereka yang saat ini tak terpilih menjadi menjadi wakil rakyat siap-siap dilantik menjadi wakil rakyat karena disebabkan pemekaran wilayah baru,”kata dia lagi.

Tentu saja hal ini akan berakibat besarnya biaya pemerintahan untuk gaji ASN dan politisi yang jadi wakil rakyat.

“Inilah yang membuat pemerintah pusat masih menghentikan pemekaran daerah lain di Indonesia kecuali Papua yang dianggap perlu untuk dimekarkan mengingat luasnya wilayah dan sulit dijangkau serta ketinggalan pembangunan,”ujar dosen UMRAH ini.

Bagi politisi daerah baru, masih Robby, pemekaran akan menjadi durian runtuh. Harapan hidup mereka terbuka lebar karena banyak posisi jabatan publik yang akan diisi. Namun bagi rakyat biasa dengan pendidikan terbatas, mereka tetap menjadi nelayan, petani, pedagang dan profesi lain.

“Akhirnya yang menikmati hasil pemekaran wilayah adalah segelintir elit lokal,”ingatnya.(amin)

Editor: yn

Back to top button