KAMPUS

Ini Kiat Alumni ITB Raih Beasiswa MEXT ke Kobe University Jepang

Alumnus ITB, Hafidz Mabrur. Foto dok ITB

PROKEPRI.COM, BANDUNG – Alumnus Rekayasa Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2020, bernama Hafidz Mabrur, membagikan pengalamannya memperoleh beasiswa MEXT melanjutkan studi di Kobe University, Jepang.

Hafidz membagikan tips persiapan, pengalaman seleksi, hingga tantangan akademik yang ia hadapi selama proses menuju studi S2 di Jepang tersebut.

MEXT merupakan beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah Jepang untuk mahasiswa internasional yang ingin kuliah di universitas Jepang.

Jalur penerimaan beasiswa MEXT terbagi menjadi 2, yaitu jalur kedutaan (G to G) dan jalur rekomendasi universitas (U to U).

Hafidz memilih jalur U to U karena saat itu ia baru menyelesaikan studi S1, sedangkan pendaftaran untuk jalur G to G baru dibuka pada bulan April tahun berikutnya.

Menurut Hafidz, kunci utama dalam mendaftar beasiswa MEXT adalah persiapan dokumen sejak dini, terutama sertifikat bahasa asing seperti TOEFL, IELTS, ataupun JLPT.

“Kalau bisa, sertifikat bahasa sudah ada sebelum lulus S1. Jadi ketika pendaftaran dibuka, kita tidak terburu-buru,” katanya dilaman ITB, Rabu (26/11/2025).

Ia juga menekankan pentingnya riset calon kampus dan supervisor sejak awal, terutama profesor dan kampus yang sesuai dengan minat riset. Lalu, setelah menemukan supervisor yang sesuai, perlu segera menghubunginya agar mendapat dukungan dalam mendapatkan beasiswa.

Selain itu, perlu membuat research & study plan dengan topik spesifik, serta poin plus jika sesuai dengan publikasi jurnal penelitian calon supervisor.

Proses seleksi beasiswa, kata Hafidz, cukup panjang.

Setelah seleksi berkas, pelamar harus melewati tahap wawancara atau presentasi rencana riset. Untuk itu, ia menyarankan mahasiswa mulai

“Mencicil” persiapan, misalnya memperbaiki kemampuan bahasa Inggris maupun bahasa Jepang sejak dini,”tuturnya lagi

Persiapan ini telah Hafidz lakukan jauh sebelum memasuki semester akhir, sehingga ketika tiba waktunya mengerjakan tugas akhir dan mendaftar beasiswa S2, ia tidak merasa terbebani.

Di Kobe University, Hafidz bergabung dalam bidang riset biochemical engineering.

Diapun berpesan agar mahasiswa tidak ragu untuk mempersiapkan beasiswa sejak dini.

“Cari informasi dari senior atau komunitas beasiswa, siapkan dokumen lebih awal, dan jangan takut mencoba. Kesempatan akan lebih besar bagi mereka yang benar-benar siap,”pungkasnya.(wan)

Editor: yn

Back to top button