Inilah Tiga Tersangka Korupsi Proyek Monumen Bahasa Melayu

 

Tampak tiga tersangka (baju orange) berjejer di ruang media center Polda Kepri, Senin (18/11). Foto dok humpolda.

PROKEPRI.COM, BATAM – Kepolisian Daerah (Polda) Kepri melalui Ditreskrimsus akhirnya merilis (ekpos) tiga orang tersangka kasus dugaan korupsi proyek Monumen Bahasa Melayu di Pulau Penyengat, Tanjungpinang dengan total kerugian negara mencapai Rp2,2 miliar dari pagu anggaran proyek APBD tahun anggaran 2014 Rp12,5 miliar lebih. Ketiga tersangka berinisial AN (mantan Kadis Kebudayaan Kepri), Y dan MY (kontraktor).

“Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil ungkap kasus tindak pidana korupsi pada Belanja Modal pengadaan konstruksi bangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II antara PT. Sumber Tenaga Baru dengan Dinas Kebudayaan provinsi Kepri yang menggunakan dana APBD T.A 2014,” kata Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Revianto melalui Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Drs Erlangga didampingi Wadirreskrimsus, AKBP Nugroho S.IK saat konferensi Pers di Media Center Polda Kepri, Senin(18/11).

Erlangga menerangkan, hasil penyidikan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri, kasus Tindak Pidana Korupsi Monumen Bahasa Melayu Tahap II diawali dengan penandatanganan surat perjanjian untuk melaksanakan pekerjaan belanja modal pengadaan kontruksi bangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II Nomor : 010 / SP – PPK / Disbud / VI / 2017 antara tersangka *inisial AN*, dengan tersangka *inisial Y, pada hari senin tanggal 16 Juni 2014 silam.

“Telah di tandatangani surat perjanjian. Adapun total harga kontrak atau nilai kontrak adalah sebesar *Rp.12.585.555.000,00 (dua belas miliar lima ratus delapan puluh lima juta lima ratus lima puluh lima ribu rupiah),”ungkapnya.

Kontrak kerja berlaku sejak tanggal 16 juni 2014 sampai dengan tanggal 12 Desember 2014.

“Paket pekerjaan belanja modal pengadaan konstruksi bangunan Monumen Bahasa Melayu tahap II mulai dari perencanaan pelaksanaan sampai dengan pembayaran bertentangan dengan perpres No. 54 tahun 2010 dan perubahannya tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah,”beber Erlangga.

Erlangga menyebutkan, peran dari masing-masing tersangka, mulai dari AN, mengetahui dan menyetujui pengalihan pelaksanaan pekerjaan utama kepada pihak lain dan sebagai PPK tidak melakukan tugas pokok dan kewenangannya untuk mengendalikan pelaksanaan kontrak.

Tersangka Y, sambungnya, selaku penyedia barang telah mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama kepada tersangka MY dengan cara meminjamkan PT.Sumber Tenaga Baru dan mendapat fee sebesar 3 persen sejumlah Rp.66.634.245,-

“Tersangka MY tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dimana progres pekerjaannya dibawah mutu beton K 250 (tidak sesuai dengan spek),” jelas Erlangga.

Akibat dari perbuatan para tersangka tersebut , Erlangga melanjutkan, negara telah dirugikan sebesar Rp2.219.634.245,00 (dua miliar dua ratus sembilan belas juta enam ratus tiga puluh empat ribu dua ratus empat puluh lima rupiah).

“Sebagaimana dalam laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara BPKP perwakilan Provinsi Kepulauan Riau nomor : SR-508/PW28/5/2019 tanggal 17 september 2019,” tegasnya

Erlangga menambahkan, tersangka akan dikenakan Pasal UU RI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Pembersantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 2 ayat (1), yang berbunyi, setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun denda paling sedikit Rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah)

“Dan Pasal 3, yakni setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun denda paling sedikit Rp.50.000.000,”tutupnya.(r/**)

Editor : yandri

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.