BATAMKEPRI

Kakek Cabuli 13 Anak Karimun Terancam 15 Tahun Penjara dan Denda Rp5 M

Kabid Humas Kombes S Erlangga jumpa pers Tindak Pidana Pencabulan Anak, kemaren. Foto istimewa.

PROKEPRI.COM, BATAM – Seorang lelaki paruh baya, tersangka tindak pidana pencabulan terhadap 13 anak, AM (56), pada sejumlah lokasi berbeda di kabupaten Karimun, AM (56), terancam hukuman 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp5 miliar.

Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga mengatakan, tersangka AM yang memangsa belasan anak-anak usia 10 hingga 17 tahun ini, ditangkap aparat Polres Karimun di Lubuk Puding, Pulau Buru, Karimun, pada 4 Januari 2018 lalu.

“Tersangka AM yang beralamat di Kampung Baru, Kelurahan Tebing, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun awalnya, atas dasar laporan orang tua salah seorang dari 13 korban pencabulan,”kata Kombes S Erlangga, didampingi Dirreskrimum Polda Kepri, Kapolres Karimun dan Komisioner KPPAD Kepri, kepada awak media, di Pendopo Mapolda Kepri, Batubesar, Batam, Rabu (10/1/2018), kemarin.

Dijelaskannya, berdasarkan informasi Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febriantara, tersangka berinisial AM ini telah melakukan pencabulan (sodomi) terhadap 13 anak laki -laki kisaran umur 10 hingga 17 tahun sejak tahun 2016.

“Atas keterangan saksi korban maupun keterangan tersangka AM, tersangka AM telah melakukan perbuatan cabul di empat tempat. Tersangka AM melancarkan aksinya dengan bujuk rayu berupa pemberian sejumlah uang dengan jumlah variatif antara Rp. 20.000 – Rp. 30.000 dan disertai dengan ancaman dan tindakan kekerasan,”ungkapnya.

Erlangga mengatakan, polisi telah melakukan visum dan pemeriksaan psikologi untuk trauma healing kepada para korban oleh Bagian Psikologi Polda Kepri bekerja sama dengan RSUD HM Sani, Tanjungbalai Karimun. Begitu pula untuk tersangka AM juga dilakukan pemeriksaan kejiwaan/psikologi.

“Tersangka AM telah melanggar Pasal 82 (1) Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp5.000.000.000,ā€¯ungkapnya.

Ia menghimbau kepada para orang tua agar selalu waspada dan memberikan pengawasan kepada anak-anak nya dan untuk anak-anak agar tidak mudah percaya terhadap bujuk rayu dari orang-orang yang belum pernah dikenal.

“Kami himbau juga kepada masyarakat apabila mengetahui adanya perilaku menyimpang yang melawan hukum wajib untuk melaporkan kepada pihak Kepolisian terdekat,”tukasnya. (ira)

EDITOR : INDRA H

Back to top button