Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!


Kalah di PN Tanjungpinang, MAKI Akan Praperadilan Kejati Kepri di Jakarta

 

Suasana sidang putusan praperadilan MAKI melawan Kejati Kepri, KPK dan BPK di PN Tanjungpinang, Senin (14/10). Foto prokepri/sueb.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – LSM Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) akan kembali melakukan gugatan praperadilan terhadap Kejati Kepri termasuk Kejagung RI di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dalam waktu dekat ini.

Upaya itu ditempuh MAKI, setelah Majelis Hakim Tunggal PN Tanjungpinang, Guntur Kurniawan, Senin (14/10) siang tadi menolak seluruh gugatan praperadilan yang diajukan oleh MAKI selaku penggugat melawan Kejaksaan Tinggi Kepri selaku tergugat I, KPK tergugat II dan BPKP selaku turut tergugat dalam kasus mangkraknya penanganan kasus korupsi tunjangan perumahan anggota DPRD Natuna tahun 2011-2015 dengan lima tersangka dengan nilai kerugian negara 7,7 Milyar dengan tersangka sebanyak lima orang.

Usai sidang vonis praperadilan, Koordinator LSM MAKI yang dihadiri oleh Boenyamin mengaku menerima dan menghargai atas putusan PN Tanjungpinang tersebut.

“Tentunya kita menghargai apa yang telah diputuskan majelis hakim, dengan mendengar pertimbangan majelis hakim yakni eror in personal karena menggugat pihak KPK selaku tergugat II, maka nanti saya akan kembali melawan Kejati Kepri, Kejagung di PN Jakarta Selatan.”kata Boyamin.

Hakim tunggal Guntur Kurniawan menilai dalil pemohon tentang sah atau tidaknya penghentian penyidikan kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan anggota DPRD Natuna tahun 2011-2015 tidak dapat diterima sehingga harus dinyatakan ditolak dengan alasan eror in personal

“Menolak permohonan pemohon untuk keseluruhannya, menerima eksepsi tergugat. II “Ungkap Guntur Kurniawan selaku hakim tunggal dalam membacakan putusan

Sementara tergugat satu dari Kejaksaan Tinggi Kepri yang dihadiri oleh Sukamto menyatakan bahwa dengan tolaknya gugatan pemohon membuktikan bahwa pihaknya tidak pernah menghentikan Kasus tersebut seperti yang didalilkan pemohon

“Teman-teman semua mendengar sendiri, apa putusannya ?, kan ditolak, itu artinya apa.? “Kata Jaksa Sukamto.(sueb)

Editor : YAN

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.