KEPRI

Kegigihan Petani Anambas Ditengah Tantangan Keterbatasan Lahan dan Mesin Produksi

Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya di Desa Pesisir Timur Kabupaten Kepulauan Anambas Kamin Sobek melihatkan hasil gabah kering, Kamis (12/2/2026). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Para petani lokal di Kabupaten Kepulauan Anambas terus menunjukkan semangat dalam mengembangkan usaha produksi padi dan pakan secara mandiri, meski dihadapkan pada berbagai tantangan seperti keterbatasan lahan dan kerusakan mesin produksi.

‎Kelompok Tani Makmur Jaya di Desa Pesisir Timur Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi salah satu contoh kegigihan tersebut.

Saat ditemui di kediamannya, Kamin Sobek, Ketua Kelompok Tani Makmur Jaya menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) Anambas Tarempa atas dukungan yang diberikan berupa bantuan satu unit mesin penggiling Pada Selasa (10/2/2026) lalu.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Bank Riau Kepri Syariah Anambas Tarempa atas bantuannya. Semoga BRK selalu sukses dan terus berkontribusi dalam memajukan Kabupaten Kepulauan Anambas,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

‎‎Kamin menjelaskan, sebelumnya lahan yang mereka kelola cukup luas sekitar 400 meter persegi. Dari lahan tersebut, pada panen pertama mereka berhasil memperoleh sekitar 3 ton gabah kering.

‎Meski sempat mengalami gagal panen akibat angin kencang dan hujan lebat saat masa pertumbuhan malai, kelompok tani tetap bersyukur karena masih bisa menghasilkan sekitar 3 ton gabah.

‎“Kami pernah gagal panen karena padi tumbang diterpa angin dan hujan besar. Tapi Alhamdulillah masih dapat sekitar 3 ton,” katanya.

‎Lahan yang digarap merupakan milik masyarakat dengan sistem kesepakatan bersama. Pada dua kali panen pertama, pemilik lahan tidak mengambil bagian agar kelompok tani dapat mengembalikan modal terlebih dahulu. Pembagian hasil baru dilakukan pada panen ketiga.

‎Untuk membuka dan mengelola lahan tersebut, kelompok tani mengaku telah menghabiskan biaya sekitar Rp.50 juta, termasuk untuk pembelian pupuk.

‎Modal tersebut sebagian diperoleh melalui pinjaman bank. Panen pertama belum mampu menutup biaya operasional, namun pada panen kedua hasilnya sudah mencukupi.

‎Selain gabah dan beras, mereka juga memproduksi pakan ternak (pur) dari kulit gabah sisa penggilingan. Produk pur tersebut dijual dengan harga Rp6.000 per kilogram.

‎Kamin menambahkan, potensi pertanian di Anambas dinilai sangat besar jika dikelola secara optimal.

‎Ia membandingkan produktivitas lahan di Jawa Barat yang satu hektar di Anambas bisa menghasilkan mencapai 9 ton per hektare. Menurutnya, dengan dukungan pupuk dan pengelolaan yang baik, hasil serupa bukan tidak mungkin dicapai di Anambas.

‎Saat ini, pemerintah telah memberikan subsidi pupuk, di antaranya pupuk urea seharga Rp.90 ribu per karung dan pupuk postkat Rp.92 ribu per karung dengan berat isi 50 Kg/karung Ia mengakui, sebelumnya pada penanaman pertama kali harga pupuk non-subsidi kami beli mencapai Rp.1 juta per karung, sehingga berdampak pada tingginya biaya produksi.

‎“Sekarang pemerintah sudah peduli dan memberi subsidi pupuk. Waktu panen pertama, Bupati juga hadir. Setelah ada progres, kami mendapat bantuan mesin dari PT Bank Riau Kepri Syariah Anambas Tarempa,” ungkapnya.

‎Terkait harga beras, kelompok tani saat ini menjual dengan harga Rp17.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai wajar mengingat tingginya biaya produksi sebelumnya.

‎Sebagai perbandingan, beras merek lain di pasaran dijual sekitar Rp20.000 per kilogram,beras kami hasil dan mutu bagus“Kalau kami jual di bawah Rp.15 ribu, bisa-bisa usaha ini tidak bertahan.

‎Mudah-mudahan tahun depan, dengan pupuk subsidi dan dukungan pemerintah, kami bisa membantu masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.
‎Untuk sementara, pembeli beras masih didominasi masyarakat Desa Pesisir Timur yang datang langsung ke lokasi produksi.

‎Ke depan, Kelompok Tani Makmur Jaya berencana membuka lahan baru serta mengemas produknya dengan merek sendiri sebagai produk lokal Desa Pesisir Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas.

‎Dengan dukungan pemerintah daerah, pihak desa, tokoh masyarakat, serta lembaga perbankan, para petani optimistis usaha pertanian dan pakan lokal di Anambas dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan daerah.

Penulis: Agus Suradi
Editor: yn

Back to top button