Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!


Lis Sorot Kinerja Sekwan Kepri Terkait Masalah Jas dan Pin Dewan Baru Telan Dana Miliaran

 

H Lis Darmansyah SH. Foto prokepri.com

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Anggota DPRD Provinsi Kepri terpilih H Lis Darmansyah SH menyoroti kinerja Sekretaris Dewan (Sekwan) Kepri, Hamidi terkait pin emas dan pakaian jas baru bagi 45 anggota dewan periode 2019-2024 yang menelan anggaran fantastis mencapai 1,3 miliar, saat ini menjadi polemik (penolakan,red) dari sejumlah anggota legislatif.

“Tidak ada komunikasi yang dilakukan Sekwan (Hamidi,red) kepada kita (anggota DPRD terpilih) terkait persoalan itu (baju jas dan pin). Sangat disayangkan dan saya pertanyakan kinerjanya serta kontraktor yang ditunjuk membuat pakaian tersebut,”kata Lis kepada prokepri, Kamis (05/09).

Lis membeberkan, atribut pakaian mulai dari jas yang akan dikenakan anggota dewan baru rata-rata kekecilan ukurannya. Sehingga menimbulkan persoalan hingga penolakan. Padahal, menurutnya, pin dan pakaian ini merupakan persoalan klise.

“Bajunya rata dipakai kekecilan, karena tidak diukur. Kontraktor yang ditunjuk membuat pakaian oleh Sekwannya itu bagaimana?'” herannya.

Padahal, sambung mantan Walikota Tanjungpinang ini, soal pakaian dan atribut DPRD ini termaktub dalam PP No 18 Tahun 2017.

“Seharusnya komunikasikan biar tidak ada permasalahan,”tegas Lis.

Kendati demikian, Lis memastikan bahwa ia tidak akan memakai jas baru yang dibuat oleh Sekretariat Dewan tersebut. Suami tercinta Yuniarni Pustoko Weni yang juga merupakan anggota legislatif terpilih di DPRD Kota Tanjungpinang lebih memilih menggunakan atribut pakaian lama dia.

“Kalau saya gunakan pakaian lama saja,” tutup Lis.

Seperti diketahui, anggaran pin emas dan jas ini telah diplotkan mencapai sebesar Rp 1,3 miliar. Penganggaran dilakukan oleh Sekretariat Dewan Provinsi Kepri bagi 45 anggota dewan terpilih periode 2019-2024. Pin emas dan jas itu nanti akan dipakai saat pelantikan.

Kepala Biro Layanan Pengadaan (BLP) Provinsi Kepri, Misbardi merinci, pagu anggaran bagi pengadaan pin emas sebesar Rp 523 juta. Sedangkan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dari pemenang tender sebesar Rp 445 juta.

“Pada lelang pengadaan pin emas ini ada selisih sisa lebih anggaran sebesar Rp 78 juta,” katanya di Tanjungpinang, Rabu (4/9/2019) seperti dikutip dari batamnews.

Ditambahkannya untuk jas satu setel beserta celana pagu anggaran yang sudah ditetapkan lewat APBD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 850 juta. Sedangkan untuk HPS yang menjadi pemenang lelang hanya mencapai Rp 783 juta.

Jadi, tambah Misbardi, ada kelebihan pagu anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya untuk jas satu setel bagi anggota DPRD Kepri terpilih ini.

“Ada kelebihan sebesar Rp 67 juta untuk anggaran jas dewan ini. Untuk proses tender sendiri sudah selesai dilakukan dan sudah ada pemenangnya dan itu dilaksanakan sesuai aturan dan mekanisme dan dimasukan dalam Sistem Rencana Umum Pengadaan (Sirup) Provinsi Kepri,” kata dia. (YAN)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.