Mahasiswa dan Pelajar Deklarasi Tolak Paham Komunis

seorang mahasiswa menandatangani spanduk deklarasi tolak paham komunis di aula SMKN 3 Tanjungpinang, Sabtu (21/5)

Mahasiswa menandatangani spanduk deklarasi tolak paham komunis di aula SMKN 3 Tanjungpinang, Sabtu (21/5)

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Sebanyak 200 orang mahasiswa termasuk pelajar Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendeklarasikan menolak paham komunis dan radikal, Sabtu (21/5).

Pendeklarasian itu dilakukan dalam agenda seminar kebangsaan yang diselenggarakan Komunitas Bakti Bangsa di aula SMKN 3, Tanjungpinang.

Deklarasi berisi empat sikap pemuda dan pemudi Tanjungpinang itu dibacakan Sekretaris Komunitas Bakti Bangsa Kepri, Hartinah Dhika Restu, yang diikuti narasumber dan peserta seminar.

Selain menolak paham komunis dan radikal, para deklarator juga mendesak seluruh aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan melakukan upaya pencegahan.

“Paham komunis dan radikal tidak boleh ada di bumi nusantara. Kami desak aparat penegak hukum menindak tegas organisasi atau pribadi yang menganut paham tersebut,” ujar Dhika.

Para narasumber, perwakilan dari berbagai organisasi pemuda dan mahasiswa, serta pengurus OSIS dari berbagai SMA membubuhkan tanda tangan di atas selembar kertas dan spanduk berisi penolakan terhadap paham komunis dan radikal.

Kepala Kesbangpolinmas Kepri Dr Syafri Salisman, salah satu narasumber dalam seminar tersebut, mengatakan gerakan komunis merupakan ancaman bagi bangsa Indonesia, karena itu harus diwaspadai.

“Gerakan komunis ini semakin nyata, menyusup dalam berbagai sektor kehidupan. Ini perlu diwaspadai,” ujarnya.

Dalam seminar memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional mengemukakan penganut paham komunis berdasarkan sejarah hingga perkembangan saat ini, tidak memiliki agama. Dalam catatan sejarah, terdapat puluhan kasus pembantaian yang dilakukan PKI terhadap umat Islam.

“Sejarah jangan dikaburkan. Sisi kelamya harus dibuka secara jelas,” katanya.

Dia mendeteksi ada sejumlah mahasiswa di Kepri yang menganut paham komunis. Mereka secara bangga menyampaikan secara tegas, sebagai salah satu kekuatan bangsa.

“Saya mendengar pernyataan mereka secara langsung. Saya masih mendalaminya,” ucapnya.

Pery Rehendra Sucipta, dosen di Jurusan Hukum Universitas Maritim Raja Ali Haji, dalam seminar itu mengatakan Pancasila merupakan benteng untuk mencegah radikalisme dan komunisme.

“Jangan hanya menghafal Pancasila, tetapi harus diaktualisasikan nilai-nilai Pancasila. Ini sebagai upaya untuk mencegah paham radikal dan komunis,” katanya.

Saat ini, kata dia isu tentang komunisme hangat dibicarakan publik. Kondisi ini harus disikapi secara bijak.

“Upaya pencegahan, dan pencerahan harus gencar dilakukan,” ujarnya.

Dia mengatakan salah satu penyebab munculnya paham komunisme yakni kesenjangan perekonomian. Disparitas antara “si kaya” dan “si miskin” terlalu jauh sehingga lahir perlawanan dengan cara yang salah.

“Rasa nasionalisme generasi muda harus ditingkatkan,” katanya.(***)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan