Maraknya Kritik 100 Hari Kinerja Pemprov Kepri, Begini Kata Presidium Pijar BP3KR

 

Presidium Pijar BP3KR, Haryono Zuhri bersama Ramdan. Foto prokepri/khairud.

PROKERI.COM, KARIMUN – Presidium Pijar BP3KR, Haryono Zuhri menilai bahwa maraknya wacana yang mengkritisi kinerja 100 hari Pemerintahan Provinsi Kepri merupakan wacana yang sangat demokratis, apabila dikaitkan dalam lingkupan bagian dari negara yang menganut faham demokrasi terbuka seperti di daerah ini.

Namun, sambung Haryono, wacana kritikan tersebut seharusnya ditujukan pada pemerintahan yang dibebani dengan periodeisasi yang normal yakni 5 tahun.

“Sementara, pemerintahan Provinsi Kepri yang berjalan ini, masa periodenya hanya lebih kurang 3,8 tahun saja, ditambah lagi situasi musibah non alam masih menjadi masalah utama yang harus ditangani secepatnya,” kata Haryono, Kamis (10/06/2021).

Recofusing anggaran, masih Haryono, guna menangani permasalahan pandemi Covid-19 di seluruh pelosok negeri ini sehingga dapat dipastikan efektifitas anggaran bakal mengalami bobot yang tidak berimbang yang teralokasi penuh dibidang kesehatan dan masa pemulihannya.

Hal ini sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan pada saat berlangsung Pilkada tahun 2020.

“Masih segar dalam ingatan untuk mengajak semua elemen masyarakat bersatu melawan musibah pandemi covid -19. Kedepannya pembangunan perekonomian diselenggarakan dengan kesehatan yang baik,” jelas Haryono.

Senada dengan itu, Presidium Pijar BP3KR, Ramdan juga menilai bahwa mencari alternatif anggaran pembangunan non APBD provinsi pun sudah dilakukan Pemprov Kepri agar kestabilan dan pemerataan dapat dicapai sesuai target visi dan misi yang telah disampaikan.

“Sejauh ini pemerintah provinsi kepri terus berupaya agar sumber alternatif yang dimaksud dapat dicapai sesuai dengan harapan agar program yang sudah terlanjur dipublikasikan maupun program pembangunan penopang lainnya bisa berjalan dengan baik,” paparnya.

Ramdan meyakini, persoalan indeks perkembangan ekonomi maupun efek perkembangan pertumbuhan Provinsi Kepri masih berjalan pada grafik yang relatif.

Upaya pengimbangan dan kewajaran keuangan untuk dua sisi yang berbeda akan membutuhkan kebijakan yang tepat pula, sehingga menuntut kemampuan yang Adaptif atas perubahan situasi dan kondisi daerah.

“Yang kita lihat pada saat ini Pemerintah Provinsi Kepri tetap optimis dengan program yang sedang dijalankan sehingga harus disambut baik dan optimisme masyarakatnya agar kondusifitas pelaksanaan pembangunan tetap pada ril dan tujuan yang ingin dicapai,”tutupnya.(pram)

Editor : yan

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.