Masyarakat Anambas Menanti Realisasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) menantikan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang hingga sekarang belum terealisasi.
Padahal, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya telah menetapkan tujuh desa di KKA sebagai lokasi pembangunan tahap awal. Ketujuh desa tersebut yakni Desa Telaga, Air Bini, Piasan, Putik, Batu Belah, Kuala Maras, dan Mampok.
Namun hingga pertengahan Juli 2026, pembangunan di lokasi-lokasi tersebut belum juga dimulai. Kondisi ini membuat masyarakat masih menanti kepastian realisasi program yang telah lama dinantikan itu.
Program Kampung Nelayan Merah Putih juga digadang-gadangkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir di KKA. Meski telah ditetapkan sebagai salah satu daerah penerima program, pembangunan fisik di sejumlah lokasi diduga masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
Harapan masyarakat terhadap program tersebut cukup besar. Pasalnya, mayoritas warga Anambas menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan, sehingga kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Berangkat dari itu, untuk memastikan perkembangan program tersebut, Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad langsung menemui Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
Raja Bayu mengatakan, berdasarkan penjelasan Menteri KKP, program Kampung Nelayan Merah Putih saat ini masih berada pada tahap finalisasi sebelum pembangunan fisik dimulai.
“Menteri menjelaskan saat ini proses pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih berada di tahap finalisasi. Untuk Anambas, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi,” ujar Raja Bayu, Senin (13/7/2026).
Menurut Raja Bayu, salah satu hal yang diminta pemerintah pusat adalah melakukan verifikasi ulang terhadap lokasi pembangunan di beberapa desa.
Langkah tersebut dilakukan agar fasilitas yang dibangun benar-benar berada di kawasan yang mudah dijangkau masyarakat nelayan.
“Istilahnya verifikasi ulang. Khusus di Desa Batu Belah dan Desa Telaga, pemerintah menginginkan lokasi pembangunan berada lebih dekat dengan permukiman warga agar lebih strategis dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, perubahan titik pembangunan bukan berarti program dibatalkan. Sebaliknya, penyesuaian lokasi dilakukan agar seluruh fasilitas nantinya dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh nelayan.
Program Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya berfokus pada pembangunan kawasan permukiman, tetapi juga dirancang sebagai pusat ekonomi berbasis perikanan yang terintegrasi.
Berbagai fasilitas pendukung akan dibangun, mulai dari dermaga dan pelantar sebagai tempat sandar kapal, pabrik es untuk menjaga kualitas hasil tangkapan, cold storage, bengkel perikanan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), fasilitas pengolahan hasil perikanan, hingga infrastruktur pendukung lainnya.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional nelayan, meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, memperlancar distribusi hasil perikanan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir.
Raja Bayu optimistis pembangunan tahap pertama akan segera dimulai setelah seluruh proses administrasi dan verifikasi selesai dilakukan.
“Insya Allah, sebelum akhir tahun sudah dimulai pembangunan tahap pertama. Kami pemerintah daerah sangat mendukung karena program ini menjadi harapan besar masyarakat dan diharapkan mampu membangkitkan ekonomi nelayan di Kabupaten Kepulauan Anambas,” tutupnya.(agussuradi)
Editor: yn
