KEPRI

Kapal Nelayan Tenggelam Ditabrak Tongkang di Perairan Utara Bangka, Dua Orang Hilang

Tampak tim SAR Tanjungpinang diterjunkan mencari dua orang nelayan hilang karena kapal nelayan ditabrak tongkang di Perairan Utara Bangka Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Senin (12/7/2026). Foto prokepri/i

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Sebuah Kapal nelayan tenggelam setelah ditabrak kapal tongkang yang sedang melintas di Perairan Utara Bangka Sungailiat, Kabupaten Bangka, tepatnya di koordinat 0° 55.764′ S 106° 23.135′ E, pada Minggu (12/7/2026).

Insiden kecelakaan laut ini menyebabkan dua orang nelayan hilang.

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang dari Kansar Pangkalpinang pada pukul 09.30 WIB, Senin (13/7/2026), kapal nelayan tersebut sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Jelitik, Kabupaten Bangka, pada 5 Juli lalu untuk mencari cumi.

“Kecelakaan nahas tersebut terjadi pada pukul 01.00 WIB. Terdapat empat orang Person On Board (POB) di dalam kapal nelayan tersebut. Dua orang atas nama Udin (L) dan Umin (L) berhasil diselamatkan oleh nelayan sekitar yang berada di lokasi kejadian. Namun, dua orang lainnya, yakni Yudi (L) dan Yudika (L), belum ditemukan,”kata kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli dalam keterangan diterima media ini, Senin (13/7/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Fazzli segera merespons cepat dengan mengerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Lingga.

“Operasi SAR pada hari pertama ini dihadapkan pada tantangan cuaca yang cukup ekstrem. Berdasarkan data lapangan, angin bertiup dari arah Selatan dengan kecepatan mencapai 16 Knots, arus menuju arah Utara dengan kecepatan 1.1 Knots, serta ketinggian gelombang mencapai 1.2 hingga 1.5 Meter,”jelas dia.

Fazzli terus menjalin koordinasi intensif dengan Kansar Pangkalpinang, serta telah memancarkan Broadcast (pemapelan) kepada unsur SAR lainnya, dan kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan tersebut untuk memberikan bantuan pemantauan.

Sementara itu, dua orang nelayan dinyatakan hilang, saat ini masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan.(red)

Back to top button