Mayat Bayi Ditemukan Terbakar di Tempat Sampah

PROKEPRI.COM, BATAM – Warga Perumahan Muka Kuning II, digegerkan dengan penemuan mayat bayi yang terbakar di tempat sampah di Jalan Bunguran No 419, Kelurahan Buliang, Batuaji, Rabu (25/7) pagi kemaren.
Saat ditemukan, kondisi bayi sudah mulai membusuk dan tanpa busana dengan posisi telentang.
Warga menduga jika mayat bayi tersebut hasil hubungan gelap. Untuk menghilangkan jejak, kedua orang tua bayi membuang buah hati nya di tempat sampah. Warga Batuaji mengutuk keras aksi pembuangan bayi tersebut.
Penemuan mayat bayi tersebut berawal ketika Sampe Taruli Putra Pasaribu, warga sekitar ingin membakar sampah di depan rumahnya. Ketika itu ia melihat ada kain selimut berwarna merah.
Rencananya, kain itu juga hendak dibakar. Namun saat selimut diangkat dengan kayu, Putra pun kaget melihat ada yang terjatuh dari dalam selimut. Ketika diteliti ternyata mayat bayi yang sudah gosong.
Untuk memastikan benar mayat bayi, Putra memberi tahu Rosida, warga lainnya bahwa ada bayi di tempat sampah. Rosida membenarkan kalau yang dilihatnya adalah mayat bayi. Rosida kemudian memanggil Dewi, warga lainnya untuk melapor ke perangkat RT06/RW 20.
“Sunggguh biadab itu orangtua yang buang bayinya seperti binatang. Tak ada otaknya itu, masa membuangnya di tempat sampah,” kata Putra geram.
Sebelumnya ditemukam, Yuni, warga lainnya menyatakan, bahwa Senin (23/7) paginya membakar sampah di tempat sampah yang sama, namun ia tidak ada melihat sampah selimut yang berisikan bayi.
“Senin pagi belum ada saya lihat bungkusan atau selimut tersebut. Mungkin selasa atau Rabu dini hari lah,” terka nya saat melihat sosok bayi tersebut.
Sama halnya disampaikan, Fransisko, warga yang sama. Ia juga menyatakan, jika pada Rabu, sekira pukul 04.00 WIB dini harinya ia hendak pulang ke rumah dan ketika berada di gerbang dia mencium bau bangkai, namun saksi tidak begitu menghiraukan.
Mendapat laporan dari warga sekitar, pihak Kepolisian Batuaji langsung mendatangi lokasi kejadian. Saat dilokasi nyatanya benar bahwa ada bayi sudah gosong tergeletak ditempat sampah.
Dilokasi pun, pihak kepolisian melakukan olah TKP serta memanggil tim identifikasi Polresta Barelang untuk mengevakuasi mayat bayi tersebut untuk diotopsi dirumah sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Sementara itu, Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe dilokasi membenarkan penemuan mayat bayi tersebut. Yang menemukan pertama adalah warga sekitar pas mau membakar sampah ditempat pembuangan sampah.
“Yang menemukan pertama itu adalah warga sekitar pas mau bakar sampah rumahnya, melihat ada selimut, ia pun melihat ada sosok bayi sudah terbakar, usai itu warga pun langsung lapor sama kita,” katanya Dalimunthe, kemarin itu.
Masih lanjutnya dia, kalau mayat bayi di tempat sampah di depan rumah kontrakan Perumahan Muka Kuning Permai II Kelurahan Buliang, Batuaji, masih diselidiki Polsek Batuaji.
“Kita belum bisa berkomentar banyak, kita tunggu hasil Visum dari rumah sakit Bayangkara, nanti dokter bisa tahu kapan bayi itu dilahirkan,” kata Kapolsek Batuaji, siang itu.
Untuk penyidikan sementara, katanya, penghuni rumah kos dibawa ke Polsek Batuaji untuk dimintai keterangan mengenai penemuan bayi tersebut.
“Yang jelasnya penghuni rumah kos serta saksi utama yang melihat bayi tersebut saat melakukan pembakaran sampah kita mintai keterangan,” kata Syafruddin.
Dia juga belum bisa memberikan komentar apakah bayi tersebut sengaja dibakar atau tanpa sepengetahuan saksi.
“Nanti kita selidiki dulu ya,” ujarnya. Untuk melakukan penyidikan, polisi panggil 6 penghuni rumah kos, dimana tiga perempuan dan tiga perempuan. “Nanti kita lihat dulu, hasil penyidikan,” paparnya. (hk).
Editor : YAN
