OPINI

Media Harus Responsif dan Adaptif

Oleh: Rodi Yandri, Pengurus SMSI Kepri

Rodi Yandri. Foto dok

PROKEPRI.COM, OPINI – Di tengah arus digital, media harus responsif dan adaptif, tidak hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk berperan aktif dalam menciptakan ruang publik yang sehat, inklusif, dan berbasis pada informasi yang kredibel.

Kini, media mengalami transformasi fundamental dalam cara konten diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi.

Memang benar, era digital menawarkan peluang besar dalam jangkauan dan efisiensi, namun juga menghadirkan tantangan signifikan terkait kredibilitas dan model bisnis.

Transformasi dan peran media, baik media digital, seperti situs web berita, media sosial, dan platform streaming, memungkinkan penyampaian informasi secara instan ke audiens global.

Digitalisasi memungkinkan interaksi dua arah antara media dan audiens melalui komentar, berbagi konten, dan partisipasi dalam aktivitas online, yang sebelumnya tidak dimungkinkan oleh media tradisional.

Namun, telah terjadi konvergensi media. Batasan antara media cetak, penyiaran (televisi dan radio), dan daring menjadi kabur. Banyak organisasi media tradisional kini mengoperasikan platform digital untuk bertahan dan beradaptasi.

Melalui personalisasi konten, algoritma memungkinkan media menyajikan konten yang dipersonalisasi sesuai minat pengguna, meningkatkan relevansi, namun juga berisiko menciptakan “kamar gema” (echo chamber).

Ada empat tantangan utama media saat ini, mulai dari kecepatan penyebaran informasi juga memfasilitasi penyebaran berita palsu (hoaks) dan misinformasi, menuntut media untuk menjaga integritas dan mutu konten.

Kemudian, mempertahankan kredibilitas sebagai sumber berita tepercaya di tengah banyaknya sumber informasi (baik yang terverifikasi maupun tidak) merupakan tantangan besar.

Hingga media tradisional menghadapi kesulitan finansial karena pendapatan iklan berpindah ke platform global seperti Google dan Facebook. Mereka harus berinovasi dengan model bisnis baru, seperti langganan digital atau konten berbayar.

Ditambah perubahan perilaku konsumen, audiens, terutama generasi muda, lebih banyak mengonsumsi konten melalui perangkat seluler dan platform media sosial, menuntut media untuk menyesuaikan format dan pendekatan mereka.

Kendati begitu, media masih memiliki kemampuan untuk menjangkau audiens di seluruh dunia tanpa batasan geografis yang berarti.

Akan tetapi, perlu adanya inovasi karena maraknya format baru seperti podcast, video daring, dan infografis interaktif membuka cara-cara baru dalam bercerita dan menyampaikan informasi.

Termasuk meningkatkan efisiensi dalam produksi berita dan manajemen data.***

Back to top button