Natuna Siap Membuka Gerbang Investasi

PROKEPRI.COM, NATUNA – Bupati Natuna, Cen Sui Lan menyambut baik rencana pengembangan wilayahnya menjadi kawasan industri dan ekonomi khusus serta siap memberikan dukungan atas restu pemerintah pusat melalui Kementrian Trasmigrasi ini.
“Ini momentum emas bagi Natuna. Dengan dukungan penuh dari pusat, kami siap membuka gerbang investasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur maritim yang strategis,”kata Cen Sui Lan dalam keterangan resmi, Rabu (23/4/2025).
Selain memantapkan langkah pengembangan infrastruktur, kawasan industri dan ekonomi khusus yang menjadi paket Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Terintegrasi Berbasis Maritim ini akan dikembangkan di atas 30.000 hektare lahan melalui Hak Pengelolaan Lahan milik Kementerian Transmigrasi yang terletak di Pulau Bunguran Besar, Natuna.
“Wilayah ini nantinya akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia di kawasan barat dan perbatasan utara NKRI,”jelas Cen Sui Lan.
Sebelumnya, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambangi kantor Kementerian Transmigrasi di Jakarta pada Selasa (22/4/2025), guna membahas kawasan ekonomi khusus ini.
Berkat kejelian Cen Sui Lan melihat potensi Natuna itu, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah pun dalam waktu dekat bersama jajaran Pejabat Eselon I nya akan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Natuna.
Kunker itu untuk meninjau langsung kawasan yang nantinya akan menjadi embrio ekonomi baru di kawasan Asia Tenggara dan juga Asia Timur tersebut.
Dalam kesempatan itu, Menteri Iftitah juga menuturkan keinginannya menjadikan Natuna bukan hanya sebagai pintu gerbang ekonomi, tetapi juga sebagai simpul strategis maritim nasional dan regional.
Langkah itu akan membuka akses ekonomi langsung ke 9 negara mulai dari Tiongkok, Vietnam, Thailand, Malaysia, Kamboja, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, dan Taiwan.
Secara geografis, Natuna berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan II, yang menjadikannya sangat potensial untuk pengembangan pelabuhan laut internasional dan bandara internasional.
Ini akan memperkuat konektivitas Indonesia dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Asia Timur.
Selain KAPET, Natuna juga sedang mempersiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri di atas lahan seluas 557 hektare.
KEK ini akan melengkapi ekosistem industri maritim dan investasi di wilayah perbatasan, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.(amin)
Editor: yn
