KEPRI

Pelajar SD Temukan Mayat Pria Asal Jombang Tergeletak Di Taman Sei Harapan, Sekupang

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji memeriksa kondisi mayat di pinggir jalan raya, dekat taman depan Komplek Wijaya, Kelurahan Sei. Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Selasa (26/12/2017) sekitar pukul 06.40 WIB. Foto prokepri.com/IRA

PROKEPRI.COM, BATAM – Warga digegerkan penemuan mayat sesosok laki-laki tergeletak dengan posisi tertelungkup di pinggir jalan raya, dekat  taman depan Komplek Wijaya, Kelurahan Sei. Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Selasa (26/12/2017) sekitar pukul 06.40 WIB.

Begitu diperiksa pihak kepolisian mayat tersebut, akhirnya pria kelahiran Jombang, 15 Mei 1960 ini diketahui Nurjasman alias Cak Nur (57). Keseharian pria malang yang bertempat tinggal di Ruli Kampung Agas  RT.05/RW 07 Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam ini berprofesi sebagai tukang urut.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki melalui Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji membenarkan adanya penemuan mayat di wilayah kecamatan Sekupang, tetapi tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekekerasan di tubuh korban. Selanjutnya untuk mengetahui penyebab kematian, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk divisum et refertum (VER).

“Telah ditemukan sesosok mayat laki-laki dengan posisi tertelungkup di Taman depan Komplek Wijaya Sei Harapan, Sekupang, pada hari Selasa tanggal 26 Desember 2017 sekitar pukul 06.40 WIB,”kata Kompol Oji kepada prokepri, di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (26/12/2017).

Dijelaskan Kompol Oji, kronologisnya,  menurut keterangan Nur Cahya (11), pelajar SD ini sedang jogging di taman depan Komplek Wijaya Kusuma, Sei Harapan, Sekupang terperanjat dan kaget melihat  ada sesosok mayat laki-laki yang tergelatak dalam posisi tertelungkup di sekitar taman tersebut.

“Selanjutnya Nur Cahya, menghubungi orang tuanya Gabe Purba (38) yang sedang berada di rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan mayat. Kemudian bersama anaknya Nur Cahya, Gabe Purba datang ke TKP. Setelah dicek, bahwa mayat tersebut ia kenal Nurjasman alias Cak Nur yang tinggal kos di rumahnya,”ujarnya.

Menurut keterangan saksi, Gabe Purba, terang Kompol Oji,  biasanya setiap hari korban keluar dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB untuk menuju ke pelabuhan Sekupang menjalani aktifitas sehari-hari korban sebagai tukang urut. Namun pagi tadi, korban baru keluar rumah sekitar pukul 05.15 WIB.

“Namun sekitar pukul 06.00 WIB, anaknya Nur Cahya memberitahukan kepadanya adanya penemuan mayat ketika anaknya sedang jalan pagi (jogging) di taman. Selanjutnya mengundang perhatian warga melaporkan adanya penemuan mayat tersebut ke Polsek Sekupang,”terangnya.

Tidak lama kemudian, beber Kompol Oji, ia bersama personil Polsek Sekupang mendatangi  korban di TKP untuk melakukan olah TKP dan pada saat dilakukan pemeriksaan awal  terhadapp jasad korban di TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Tindakan yang kita ambil setelah menerima laporan, mendatangi dan amankan TKP, dan memeriksa saksi-saksi. Selanjutnya berkoordinasi dengan tim Inafis Polresta Barelang dan membawa jenazah ke RS Bhayangkara Polda Kepri di Batu Besar, Nongsa,” ungkap Kompol Oji.

Pantauan di lapangan, selain Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fharoji, juga terlihat di TKP, Danramil Sekupang Kapten Inf W. Sinaga, Wakapolsek Sekupang IPTU Pol Fahrudin, Kanit Reskrim Polsek Sekupang IPTU Akmal dan para Kanit dan anggota Polsek Sekupang.

Kepala Unit Reskrim Polsek Sekupang Iptu Akmal menambahkan dugaan sementara korban meninggal karena sakit. “Dari keterangan dokter tidak ditemukan luka luar,”kata Akmal.

Dijelaskannya, saat ini Paguyuban Jombang sedang menuju ke rumah sakit untuk menjemput jasad korban. Keluarga kandungnya tidak ada di sini, orang Paguyuban mau jemput korban ke rumah sakit.

“Korban (Cak Nur) tinggal di rumah saya sejak tahun 2016 atau setahun yang lalu di Ruli Kampung Agas Sei Harapan, Tapi korban selama ini dalam kondisi sehat dan tidak ada memiliki riwayat sakit,” kata Gabe menjelaskan ke pihak kepolisian.

Catatan Prokepri dalam bulan Desember 2017 ini, sedikitnya sudah terjadi 4 kali penemuan mayat di empat lokasi berberda di kota Batam. Sebelumnya sempat ditemukan sesosok laki-laki dalam parit  Bengkong Palapa (Polsek Bengkong)

Beberapa hari setelah itu juga ditemukan sesosok laki-laki di got pinggir jalan Sei Panas (Polsek Batam Kota) dan pada Jumat kemarin ditemukan mayat IRT korban pembunuhan di sebuah perumahan di Tanjung Uncang (Polsek Batuaji) dan terakhir hari ini di Taman Sei harapan (Polsek Sekupang). (ira)

EDITOR : INDRA H

Back to top button