KEPRI

Pembangunan Batu Miring Jadi Prioritas di Bintan Utara

Usulan di Musrembang Kecamatan

Lurah/Desa se Kecamatan Bintan Utara antusian mengikuti Musrembang Kecamatan Bintan Utara di Gedung Nasional, Tanjunguban, Senin (30/1). Salah satunya usulan yang disepakati adalah pembangunan batu miring tanah rawan di Kelurahan Tanjung Uban Selatan. Foto Prokepri.com/SL.

PROKEPRI.COM, BINTAN – Kelurahan/Desa se-Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan menyepakati lima usulan pembangunan prioritas pada musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di Kecamatan Bintan Utara. Salah satunya adalah pembangunan batu miring tanah rawan di Kelurahan Tanjung Uban Selatan.

“Hasil Musrenbang menyepakati 5 usulan pembangunan prioritas dari masing-masing kelurahan/desa,” beber Camat Binut, Azwar, di Gedung Nasional, Tanjunguban, Senin (30/1).

Dalam musrembang itu, yang menjadi perioritas adalag pembangunan batu miring rawan longsor, di Kelurahan Tanjunguban Selatan, karena Menurut Azwar, lokasi tersebut membahayakan rumah tinggal yang ada di bawahnya.

“Selain itu pembangunan batu miring tersebut, keperluannya sangat mendesak. Dikarenakan beberapa rumah warga menjadi korban longsor selama beberapa tahun terakhir,” kata Azwar.

Pembanunan tersebut, kata Azwar, sangat mendesak, karena lebih dari sepuluh rumah warga yang menjadi korban longsor.

“Untuk anggaran pembangunannya, diperkirakan berkisar Rp500 juta,” timpal Azwar.

Sementra itu, salah seorang warga Binut, Irwan mengatakan pembangunan batu miring Perumahan Sijori Indah memang sangat dibutuhkan. Pasalnya daerah tersebut sangat rawan akan longsor dan tentunya membahayakan.

“Pembangun memang sangat dibutuhkan, karena daerah tersebut rawan longsor, jika tidak cepat-cepat dibangun batu miring,” tungkas Irwan.

Sedangkan perioritas kedua, lanjut Azwar, adalah semenisasi jalan di Gang M Arsyad, Kampung Mentigi, Kelurahan Tanjunguban Kota, panjang 350 meter. Sasarannya peningkatan kualitas jalan. Ia perkirakan anggarannya Rp200-350 juta.

“Jalan ini banyak dilewati warga Mentigi yang akan berbelanja ke Pasar Baru,” kata Azwar.

Pemerintah kecamatan, kata Azwar, memiliki kesempatan untuk mengusulkan item pembangunan lainnya diluar 5 usulan prioritas yang diambil dari kelurahan dan desa.

“Total semuanya tujuh usulan prioritas yang akan kita usulkan pada Musrenbang kabupaten,” tutur Azwar.

Terkait tidak adanya usulan pembangunan sumber daya manusia (SDM) seperti pelatihan wira usaha mandiri, maupun usulan pembangunan usaha kecil menengah, menurut Azwar, karena persepsi masyarakat soal pembangunan masih lemah.

“Masyarakat masih menganggap pembangunan itu ya fisik, membangun jalan, pembangunan parit/drainase. Belum mengarah pembangunan SDM,” timpal Azwar.

Pada musrembang tersebut, diikuti perwakilan 4 kelurahan, 1 desa, organisas perangkat daerah (OPD) terkait, dan anggota DPRD Bintan ini.(cr1)

Tinggalkan Balasan

Back to top button