Pemeliharaan Rutin Pipa Gas Berdampak Pemadaman PLN Bergilir di Batam-Pinang dan Bintan

PROKEPRI.COM, BATAM – Sehubungan dengan adanya pemeliharaan rutin tahunan pipa gas jalur Grissik – Singapura yang akan dilaksanakan selama sepekan berdampak dengan terganggunya atau pemadaman Peusahaan Listrik Negara (PLN) disebagian wilayah Batam, Bintan dan Tanjungpinang.
Hal ini merupakan kejadian yang tidak bisa terhindari dan di luar kemampuan PLN Batam, Meski demikian, PGN akan mengatur secara proporsional penyaluran gas untuk meminimalisasi dampak ini.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui anak usahanya TGI akan melakukan pemeliharaan rutin pipa gas jalur Grissik-Singapura yang rencananya akan dilaksanakan mulai besok tanggal 2-7 November 2017. Pemeliharaan tersebut adalah pemeliharaan rutin setiap tahun.
“Dampak pemeliharaan pipa gas Grissik-Singapura ini memiliki potensi pada sebagian pasokan gas ke Batam yang otomatis akan berpengaruh pada kemampuan operasi pembangkit gas PT PLN Batam,” kata Manager Public Relations bright PLN Batam, Bukti Panggabean kepada wartawan, kemarin.
Menurutnya, pemadaman pun tidak dapat dielakkan, Bright PLN Batam mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sedangkan untuk durasi padam estimasi maksimal kurang lebih 3 jam per pelanggan per hari. Pihaknya akan meminimalisir pelanggan terkena padam 2 kali dalam sehari, Waktu padam pun terjadi di jam-jam beban puncak pemakaian listrik.
“Maka dari itu bright PLN Batam menghimbau kepada pelanggan untuk menghemat pemakaian energy listrik dan mematikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir banyaknya wilayah yang terkena padam,”pintanya.
Bright PLN Batam berharap semoga pemeliharaan infrastuktur gas cepat diselesaikan dan sesuai jadwal dan bahkan lebih cepat dari jadwal, sehingga pelanggan-pelanggan PGN dapat beroperasi normal kembali terutama bright PLN Batam yang sangat membutuhkan pasokan gas.
Dijelaskannya, akibat dari pemeliharaan pipa gas tersebut supplai gas kepada pelanggan PGN di Batam dan Tanjungpinang akan terganggu yang salah satu pelanggan terbesarnya adalah bright PLN Batam. Konsumsi gas bright PLN Batam yang setiap harinya antara 45-48 BBTUD.
“Akibat adanya pemeliharaan ini mengakibatkan berkurangnya pasokan gas ke PT PLN Batam menjadi 17 BBTUD. Hal ini juga yang menyebabkan berkurangnya daya mampu pembangkit PLN Batam yang biasanya beban produksi tenaga listrik sekitar 383 MW menjadi 283 MW,”ulasnya.
Ia mengatakan Bright PLN Batam sebagai pelanggan PGN tentunya terkena dampaknya, namun karena ini memang harus dilakukan penyedia gas untuk meningkatkan keandalan suplai gas di Batam jadi pihaknya harus mendukung program tersebut daripada suatu saat menjadi shut down total akan sangat berbahaya terhadap pelanggan listrik Kota Batam.
“Kami mengharapkan pelaksanaan pemeliharaan tersebut lebih cepat selesai dari schedule yang sudah di realease PGN. Karena bright PLN Batam sendiri membutuhkan energi gas untuk bahan bakar beberapa pembangkit listrik tenaga gas diantaranya PLTG, PLTMG Panaran dan PLTG, PLTGU Tanjung Uncang,”ungkap Bukti, seperti rilisnya yang diterima Prokepri.Com, kemarin.
Ia memamaparkan dari total daya mampu pembangkit kami baik dari gas, batu bara, diesel memang bahan bakar gas penggunaannya mencapai 40% dari total bahan bakar pembangkit PLN Batam. Berkurangnya pasokan gas ke Batam maka bright PLN Batam juga akan mengurangi operasional pembangkit-pembangkit berbahan gas yang mengakibatkan defisit daya, kurang lebih 100 MW. (*/indra h piliang).
