NASIONAL

Pemerintah Akan Berikan Rp60 Juta Kepada Warga Terdampak Gempa Bengkulu

Deputi Bidang Sistem dan Strategi (Deputi 1) BNPB, Raditya Jati. Foto BNPB

PROKEPRI.CO, BENGKULU – Badan Nasional Penanggulangan Bencana Republik Indonesia (BNPB-RI) merilis bahwa pemerintah akan memberikan dana stimulan senilai Rp60 juta kepada warga terdampak dengan kategori rusak berat akibat gempa bumi M 6,3 yang terjadi di Bengkulu.

“Untuk besaran dana stimulan, pemerintah akan memberikan dana senilai 60 juta kepada warga terdampak dengan kategori rusak berat, 30 juta rupiah rusak sedang dan 15 juta rupiah untuk rusak ringan,”kata Deputi Bidang Sistem dan Strategi (Deputi 1) BNPB, Raditya Jati, yang mewakili Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto Raditya dalam keterangan yang dikutip dari laman BNPB RI Senin (26/5/2025).

Untuk itu, BNPB meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) setempat agar segera menyampaikan proposal yang dilengkapi data by name by address sesuai Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP.

Sementara itu, Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat (DID) BNPB, Yuferizal yang juga hadir mendampingi Deputi 1 BNPB menjelaskan bahwa selain sebagai akuntabilitas, proposal tersebut juga dimaksudkan agar dukungan yang diberikan lebih terukur dan tepat sasaran.

Dia juga akan melakukan pendampingan kepada pemda setempat untuk memaksimalkan akselarasi kinerja, terutama dalam pendataan, validasi hingga penyerahan dana stimulan kepada masyarakat terdampak.

Hingga hari kedua pascakejadian gempabumi M 6.3 Bengkulu, upaya penanganan darurat terus dimaksimalkan. Posko darurat telah terbentuk dan bermarkas di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu. Pembentukan posko ini menjadi penting dalam setiap keadaan darurat bencana.

Seluruh pelayanan warga terdampak mulai dari penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, permakanan, logistik hingga peralatan dilakukan dan diorganisir dari posko tersebut. Seluruh lintas OPD pun terus bergerak dan bersinergi untuk memberikan dukungan.

Kondisi Kota Bengkulu per hari ini pun terlihat mulai kondusif. Sebagian besar aktivitas masyarakat sudah berangsur kembali normal, warga terdampak mulai bangkit dan membersihkan sisa puing reruntuhan bangunan, sesuai laporan terkini dari BPBD. Adapun kebutuhan mendesak yang masih diperlukan mulai dari peralatan pembersih puing-puing, tenda pengungsi, velbed, dapur umum mobile hingga toilet portable.

BNPB juga telah mengirimkan sejumlah dukungan logistik dan peralatan melalui darat yang secara estimasi tiba di Bengkulu pada tengah malam hari ini atau Minggu (25/5) dini hari.

Adapun bentuk dukungan itu meliputi sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, selimut, matras, velbed, makanan siap saji dan sebagainya.

Seluruh unsur gabungan akan melanjutkan pembersihan puing bangunan rumah dan sarana infrastuktur lainnya mulai hari Minggu (25/5/2025) hingga selesai.

Sebagaimana menurut perkembangan laporan situasi di lapangan terkini, bencana gempabumi M 6.3 yang melanda sebagian wilayah Bengkulu telah berdampak kepada 792 jiwa dan 198 rumah di Kota Bengkulu, termasuk 2 tempat ibadah, 2 kantor camat dan 2 sekolah, sehingga total kerusakan bangunan mencapai 206 unit.

Selain Kota Bengkulu, gempa bumi juga menyebabkan 49 unit rumah dan 4 gedung sekolah rusak di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dari total kerusakan rumah dalam kategori rusak sedang yang berjumlah 99 unit, forum CSR rencananya akan mendukung penanganannya dengan perkiraan biaya konstruksi mencapai 780 juta rupiah.

Kemudian dari sebanyak 37 unit rumah rusak sedang, sejumlah CSR akan mendukung pemulihan dengan perkiraan biaya konstruksi senilai 1,7 miliar rupiah.

Selanjutnya untuk 7 unit rumah rusak total, maka pemerintah daerah seperti pemprov dan pemkot serta lembaga Baznas akan mendukung dengan perkiraan total biaya mencapai 315 juta rupiah.(wan)

Editor: yn

Back to top button