Pemudik Tanjungpinang-Lingga Terkatung-Katung

PROKEPRI.COM, LINGGA – Jelang puncak arus mudik Lebaran, salah satu kapal feri yang melayani rute Tanjungpinang-Daik, mengalami kerusakan. Akibatnya, penumpang dari Tanjungpinang terlambat tiba di Pelabuhan Tanjung Buton, Daik, sekitar pukul 18.45.
Informasi yang dihimpun, kapal feri yang mengalami kerusakan itu, MV Lingga Permai. Akibatnya kerusakan itu, penumpang menumpuk di Tanjungpinang. Kapal diganti dengan MV Arena 3.
Penumpang baru sampai di Pelabuhan Tanjung Buton, Daik, jelang malam. Hal ini membuat kecewa ratusan penumpang.
“Dari dulu sampai hari ini tidak ada yang berubah. Feri buruk masih dipakai. Entah kapan kami pulang kampung dengan nyaman,” kesal Abu, salah seorang penumpang yang harus melanjutkan perjalanan darat lebih kurang 40 kilometer dari pelabuhan Tanjung Buton, Kamis (23/6/2016).
Selain memperlambat waktu kedatangan, para penumpang feri juga kesulitan mendapatkan angkutan darat seperti ojek. Akibatnya, para penumpang yang baru turun kapal feri kebingungan. Pasalnya, tak ada satu pun transportasi umum di Daik pada malam hari.
“Mereka terkatung-katung di Pelabuhan Tanjung Buton. Ojek tidak ada karena sudah malam,” bebernya.
Pada kesempatan yang sama, Ozi, salah seorang warga lainnya mengatakan, ia bersama penumpang lain harus berbuka dengan sebotol air putih di atas kapal.
“Bayangkan saja, kami harus berbuka puasa di atas kapal. Pakai air putih saja,” jelasnya.
Meski belum memasuki puncak lonjakan mudik, namun jadwal libur kuliah mahasiswa Lingga yang jumlahnya ribuan orang di luar daerah membuat tiket feri hingga Minggu (26/6/2016), sudah terjual habis. Kondisi kapal yang rusak belum dapat diketahui secara pasti dapat beroperasi kembali.
Kondisi ini diyakini sangat mempengaruhi optimalisasi pelayanan arus mudik jelang Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi. Ozi berharap pemerintah daerah dapat menindak lanjuti permasalahan ini.
Dinas terkait belum dapat dikonfirmasi mengenai arus mudik dan buruknya armada yang melayani. Beberapa kali di hubungi media, dinas terkait seakan enggan memberikan komentar.(KP)
