KEPRI

Penyaluran KUR di Kepri Capai Rp793,5 Miliar

Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura. Foto prokepri/jp

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Kantor Wilayah Perbendaharaan Provinsi Kepri mencatat, hingga semester I tahun 2025, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kepri mencapai Rp793,5 miliar.

Pinjaman KUR tersebut beredar ditangan 10.695 debitur, dengan rincian, KUR Mikro Rp410,13 miliar untuk 9.155 debitur, KUR Kecil Rp382,31 miliar dengan 1.431 debitur, dan KUR Super Mikro 109 debitur Rp1,06 miliar.

Kota Batam, menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, dengan nilai mencapai Rp465,56 miliar kepada 5.058 debitur, disusul oleh Kabupaten Bintan Rp87,76 miliar, Karimun Rp92,51 miliar, Natuna Rp42,45 miliar, Lingga Rp20,95 miliar, Kepulauan Anambas Rp24,18 miliar, dan Kota Tanjungpinang Rp60,09 miliar.

Sedangkan debitur dengan penerimaan terbesar meliputi perdagangan besar dan eceran, industri pengolahan, serta jasa kemasyarakatan dan sosial.

Hasil Sinergi

Terpisah, Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengatakan bahwa pencapaian penyaluran KUR tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, OJK, Bank Indonesia, serta Kementerian dan lembaga terkait.

“Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti akses pembiayaan di wilayah kepulauan, keterbatasan SDM pendamping, dan literasi keuangan masyarakat,”ungkap Nyanyang, Rabu (22/10/2025).

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Kepri telah melengkapi program nasional dengan subsidi margin nol persen bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah.

Sejak tahun 2021 hingga September 2025, sebanyak 1.667 UMKM telah menerima bantuan permodalan senilai Rp39,7 miliar.

“Kami tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tapi juga mendorong pemberdayaan. Tahun ini berbagai pelatihan dan pendampingan usaha terus digencarkan — mulai dari pembukuan, desain produk, hingga digitalisasi pemasaran,” jelas Nyanyang.(jp)

Editor: yn

Back to top button