Tanjungpinang Dapat Tawaran Teknologi Canggih Pengolahan Sampah

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Tanjungpinang mendapat tawaran teknologi canggih pengelolaan sampah dari PT Vistana Insinyur Servis, Rabu (21/5/2025). Teknologi mutakhir bernama Bio Cook®
Tawaran itu diberikan PT Vistana Insinyur Servis saat kunjungan resmi di kantor Bappelitbang Tanjungpinang.
Dalam pertemuan, tim investor dari mitra lokal, Smart Express International Holdings Limited menyampaikan rencana awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 100 hingga 200 ton per hari.
Fasilitas ini diharapkan mereka akan mampu mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mengubah beban lingkungan menjadi peluang ekonomi baru.
Perwakilan PT Vistana Insinyur Servis juga menyatakan komitmennya untuk melakukan studi kelayakan lanjutan serta menjajaki kemitraan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya demi mewujudkan sistem pengolahan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan di Tanjungpinang.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Surjadi menyambut baik inisiatif investor terkemuka itu.
“Kami sangat terbuka terhadap teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti Bio Cook. Kunjungan ini menjadi langkah awal yang baik untuk menjajaki kerja sama dalam pengelolaan sampah yang lebih modern dan produktif,” ujarnya.
Jika terealisasi, proyek ini diproyeksikan tidak hanya mengatasi permasalahan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui produksi listrik, bahan bakar alternatif, dan pupuk cair yang dapat dijual kepada masyarakat lokal.
Usai pertemuan, Bappelitbang mengajak calon investor ini untuk meninjau langsung TPA yang berlokasi di wilayah Ganet, Kecamatan Tanjungpinang Timur.
Seperti diketahui, Bio Cook® merupakan teknologi pengolahan limbah inovatif berbasis karbonisasi hidrotermal, yang diklaim mampu mengolah sampah organik basah tanpa perlu proses pemisahan atau pengeringan awal.
Teknologi ini mampu mengubah sampah menjadi karbon, RDF (Refused Derived Fuel), serta pupuk cair yang dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian dan energi.(jp)
Editor: yn
