BATAMKEPRI
Trending

Polda Kepri Selidiki Kasus Penganiayaan di SMK Penerbangan Dirgantara

 

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes. Pol. Jefri Ronald Parulian Siagian, Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Achmad Suherlan, Pendamping UPTD PPA Provinsi Kepri Tetmawati Lubis dan Ketua KPPAD Batam Abdillah, saat Konferensi Pers di Polda Kepri. Jumat (19/11/2021). Foto Ist

PROKEPRI.COM, BATAM – Menyikapi Viralnya pemberitaan di media baru-baru ini terkait penganiayaan Siswa di SMK Penerbangan Dirgantara Kota Batam, Dit Reskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan cepat.

Lima orang korban Inisial IN, SA, RA, GA dan FA, hari ini Jumat (19/11/2021), telah dibuatkan Laporan Polisi (LP) bernomor : LP-B / 138 / XI / 2021 / SPKT-Kepri perihal kasus tersebut.

″Kasus penganiayaan ini sedang ditangani oleh penyidik Dit Reskrimum Polda Kepri, Laporan Polisi nya sudah dibuat. Ini merupakan bentuk respon cepat dari kita dalam menindaklanjuti pemberitaan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana kekerasan atau penganiayaan yang terjadi di SMK tersebut″. kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes. Pol. Jefri Ronald Parulian Siagian, Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri AKBP Achmad Suherlan, Pendamping UPTD PPA Provinsi Kepri Tetmawati Lubis dan Ketua KPPAD Batam Abdillah, saat Konferensi Pers di Polda Kepri. Jumat (19/11/2021).

Harry menyebutkan, ada lima orang korban dalam kasus yang dilaporkan ini. Yang pertama, kata dia, Inisial IN umur 17 Tahun, SA 18 tahun, RA 17 tahun, GA 17 tahun serta Inisial FA 17 tahun.

“Kelima orang adalah siswa dari SMK Penerbangan Dirgantara, Kota Batam″. ungkapnya.

Harry memastikan,penyidik terus bekerja dan melakukan penyelidikan serta terhitung mulai hari ini LP telah dibuat dan dari hasil pemeriksaan sementara para korban ini mendapatkan perlakuan kekerasan sejak kelas 1 sampai dengan korban kelas 3.

“Mereka mendapatkan perlakuan kekerasan dikarenakan adanya pelanggaran yang mereka buat″. Jelas Harry.

Perlakuan yang dialami korban, sambung Harry, seperti kekerasan Verbal, fisik termasuk juga kekerasan dengan menggunakan rantai terhadap anak didik tersebut.

Menyikapi hal itu, Dit Reskrimum Polda Kombes sudah melayangkan surat untuk permintaan Visum Et Repertum kemudian juga sudah melakukan penyitaan terhadap Dokumen foto korban saat dirantai.

″Tentunya dengan kejadian ini kita sangat prihatin, didalam dunia pendidikan kita masih ada dan terjadi hal-hal yang seperti ini yang sebenarnya tidak boleh terjadi dan tentu juga proses penyidikan terhadap kasus ini terus berjalan dan apabila nanti telah ditemukan dua alat bukti yang kuat penyidik akan meningkatkan proses penyelidikan menjadi penyidikan″. tegas Harry.

Terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi ini akan diterapkan juga pasal 80 Jo pasal 76 huruf C Undang-undang no 35 Tahun 2014 tentang perlindungan terhadap perempuan dan Anak.

“Disamping itu juga penyidik akan menerapkan Pasal 354 KUHP tentang Penganiayaan Berat. Dengan ancaman hukuman diatas 5 Tahun Penjara,” tegas Harry.

Dilokasi yang sama, Dir Reskrimum Polda Kepri, Kombes. Pol. Jefri Ronald Parulian Siagian menekankan bahwa langkah Polda Kepri ini merupakan bentuk respon cepat dalam menindaklanjuti pemberitaan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi.

“Kami juga telah melakukan penyelidikan dilapangan dengan mendatangi lokasi kejadian, kemudian juga kami juga mengundang masing-masing pihak terkait dan juga mengetahui secara langsung kejadian yang menimpa para korban ini,”beber Jefri.

Pendamping UPTD PPA Provinsi Kepri Tetmawati Lubis sangat menyayangkan sekali kasus tersebut terjadi.

Tetmawati berterimakasih kepada Polda Kepri atas respon dalam penanganan kasus ini dengan cepat menyelidiki.

“Kami dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kepri sifatnya pendampingan terhadap korban sekali lagi terima kasih kepada Polda Kepri atas respon cepat tanggapnya,” sambung Tetmawati.

Ketua KPPAD Batam Abdillah menekankan, tugas mereka adalah mengawasi sistem penyelenggaraan perlindungan anak di Kota Batam dan objek lembaga adalah semua pihak diawasi, soroti bagaimana sistem perlindungan anak di suatu tempat tersebut,

“Alhamdulillah hari ini kami sangat mengapresiasi sekali atas langkah pihak Kepolisian merespon cepat informasi yang kami sampaikan, temuan-temuan yang kami sampaikan di Respon dengan cepat oleh Polda Kepri dan terima kasih juga kepada UPTD PPA Provinsi Kepri atas pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban″. tutup Abdillah.(r/yan)

Back to top button