BNPB RI : Potensi Kekeringan Air di Kepri Makin Meningkat

PROKEPRI.COM, BATAM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, potensi kekeringan air di Kepri semakin hari semakin meningkat. Hal ini, kata Doni, disebabkan karena terjadi perubahan vegetasi, dimana kawasan yang dulu hutan sudah terkupas lalu digunakan untuk perumahan, industri dan perkantoran.
“Solusisnya dengan cara menanam pohon karena utuk mengembalikan fungsi aslinya paling cepat jangka waktu hampir 5 tahun,” kata Kepala BNPB RI ini disela-sela pembekalan BNPB dihadapan FKPD se-Kepri di ruangan Aula Restoran Golden Prawn Batam, Kepulauan Riau, Minggu (08/3) malam.
Doni memaparkan, dampak bencana yang selama terjadi di Indonesia banyak ditimbulkan dari faktor ulah manusia itu sendiri, selebihanya karena faktor alam. Sehingga untuk pencegahan jangka panjang banyak perlu kita memviralkan banyak menanam pohon yang disesuikan dengan sedimen tanah. Terutama ditepi pantai dan lahan-lahan gundul yang berpotensi longsor.
“Dengan kita banyakanya pohon yang kita tanam dapat menghasil debit air yang bayak sehingga saat kemarau panjang mata air yang ada didalam tanah tidak kering, kemudian untuk yang di tepi pantai dapat menahan gelombang besar seperti tsunami,” tegasnya.
Doni mengatakan, untuk wilayah Kepri, potensi bencana relatif aman. Artinya apa ancaman geologi tidak terdapat patahan pergeseran kulit bumi?. Untuk itu, dia menghimbau agar meningkatkan kesadaran kolektif dari seluruh komponen masyarakat mulai dari keluarga dan di tingkat RT mulai menanam bibit pohon apa saja jenis vegetasi yang cocok di wilayah Kepri ini dengan berkoordinasi dengan dinas pertanian dan kehutanan setempat.
“Pohon yang ditanam selain berfungsi nilai ekonomis dan tapi juga fungsi ekologis seperti contohnya pohon aren dan pohon alpukat, sehingga 8 sampai dengan 10 tahun perubahan vegetasi ini dapat pulih kembali dan dapat membuat sumber mata air baru,” jelasnya.
Secara global, pembekalan dari Doni antara lain bahwa peran serta TNI/Polri dan pemerintah daerah serta komponen masyarakat terhadap evakuasi WNI dari Cina dan Abk World Dream yang dilaksanakan di Natuna di perairan Nipah sangat baik serta berjalan dengan aman.
Agenda ini dihadiri Danlatamal IV Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah bersama pimpinan TNI dan unsur FKPD Provinsi Kepri. Yakni, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, S. Sos., Wadanlantamal IV Kolonel Laut (P) DR. Imam Teguh Santoso, S.T., M.Si., Danlanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Para Pejabat Utama Korem 033/WP, Para Pejabat Utama Lantamal IV, Pejabat Pemerintah Provinsi. Kabupaten/Kota, Wadanwing Uadara 1, Danlanudal Tanjungpinang Letkol Laut (P) Dani Achnisundani,S.H.,M.Tr.Hanla., Unsur pimpinan TNI, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Wanita, Tokoh Pemuda, Organisasi Insan Media, Manggala Agni serta Relawan Se Provinsi Kepri.
Sebelum menerimaan pembekalan, seluruh undangan mendapat suguhan jamuan makan malam, setelah itu acara dimulai yang diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian doa lalu sambutan Plt. Gubernur Provinsi Kepri yang diwakili oleh Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kepri Samsul Bahrum, pemberian cinderamata dan diakhiri dengan pembekalan oleh Ka BNPB RI.(*/dri)
