NASIONAL

Presiden Bakal Nobatkan Tiga Gelar Pahlawan, Asal Kepri, NTB dan Aceh, Siapa Saja Mereka?

Pahlawan Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) asal Kepri. Foto Dokumen Pemkab Lingga.

PROKEPRI.COM,JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih dan memberikan gelar pahlawan ke sejumlah nama yang berjasa bagi tanah air tercinta, Indonesia. Mereka adalah : Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) asal Kepri, Laksamana Malahayati asal Aceh dan Tuan Guru Pancor Muhammad Zainudiin Abdul Madji dari Nusa Tenggara Barat (NTB)

“Kalau sinyalnya, menurut Presiden, ya tiga atau empat orang pahlawan tahun ini,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa setelah menemui Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jln Medan Merdeka Utara, Jakarta, seperti dilansir detikcom, Kamis (26/10).

Khofifah merupakan Ketua Umum Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Hingga saat ini sudah ada sejumlah nama kandidat pahlawan yang direkomendasikan berbagai elemen ke TP2GP. Ada pula nama-nama yang dulu pernah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional yang diajukan kembali.

Hal ini dikuatkan oleh Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan yang juga menjabat Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu usai menghadap presiden di hari yang sama. Menurutnya, salah satu tokoh yang akan diberikan gelar pahlawan nasional adalah Laksamana Malahayati, salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh.

“Ada tiga pahlawan, termasuk Mahalayati kan sudah lama itu ya dari 1500-an sekian, ada juga dari NTB dan Riau (Kepulauan) yang jauh-jauh lah, tapi saya lupa namanya,” ungkap Ryamizard, seperti dikutip dari Pikiran Rakyat..

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Jimly Asshiddiqie menambahkan menyatakan bahwa pemberian gelar akan dilakukan pada 9 November dalam rangka Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2017.

“Tahun ini dari 9 yang diusulkan sudah dirapatkan pada prinsipnya kita adalah bangsa yang paling banyak pahlawannya jadi paling longgar tapi tidak dibatasi juga. Yang jelas pahlawan nasional bagian dari kesadaran nasional yang harus dipelihara dan saatnya membangkitkan kesadaran generasi penerus mengenai pahlawan dalam sejarah,”ungkap Jimly.

Berdasarkan penelusuran Prokepri.Com Sultan Mahmud Riayat Syah (SMSR) yang berkuasa pada (1760M – 1812 M) merupakan pejuang yang konsisten dan pantang menyerah terhadap penjajah Belanda semasa hidupnya. Di saat penjajah akan menguasai Riau, Pahang, dan Johor selama puluhan tahun. Ia wafat pada 12 Januari 1812. Bahkan Kapal Belanda berhasil ditenggelamkan pada 6 Januari 1782.

Pada Januari 1788 ada laporan dari pejabat Inggris di Penang melaporkan bahwa Sultan Mahmud Riayat Syah merupakan penguasa terbesar dan jenius di kalangan Melayu (Arsip Indies Office House 10-1-1788/SSR,31.80 dalam VOS, 1993).

Sultan Mahmud Riayat Syah lahir di Hulu Sungai Lingga pada Agustus 1780, wafat dan dimakamkan di Daik Lingga pada 12 Januari 1812, serta diberi gelar ‘Marhum Masjid Lingga’. Sejak lahir sampai wafatnya, beliau selalu berperang gerilya laut melawan penjajah Belanda.

Sedangkan tokoh dari NTB yang akan diberikan gelar pahlawan adalah Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madji yaitu seorang ulama karismatis dari Pulau Lombok sekaligus pendiri Nahdlatul Wathan, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di provinsi tersebut.

Tuan Guru KH M Zainuddin Abdul Madji juga adalah kakek dari Gubernur NTB saat ini TGH. Muhammad Zainul Majdi.

Sedangkan tokoh dari Aceh, Laksamana Malahati, merupakan tokoh perempuan yang pernah mengoreskan tinta emas di daftar deretan nama-nama yang disegani dan ditakutioleh dunia Barat dan sekuti di Abad 19 ini memang sedikit kontraversi.

Dia mempunyai nama asli Admiral Laksamana Malahayati. Mungkin sebagian orang Aceh atau masyarakat Indonesia kurang begitu mengenal sosoknya secara lebih dekat. Namun namanya yang kabanyakan dijadikan nama jalan, rumah sakit atau gedungperkantoran ini tidak asing ditelinga setiap orang.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga Muhammad Ishak menyambut bahagia kabar yang ia dengar, nama SMSR asal Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, bersama Laksamana Melayahati dan Tuan Guru Muhammad Zainuddin Abdul Madji (NTB) sudah di meja presiden dari 9 nama yang masuk dominasi calon pahlawan yang diajukan.

“Dari tiga nama (pahlawan) itu, insya Allah Sultan Mahmud Riayat Syah (SMSR) rangking satu bersama Laksamana Malayati dari Aceh dan Tuan Guru Muhammad Zainuddin Abdul Madji dari NTB. Sudah di meja presiden. Mudah-mudahan tidak salah dengar saya,”kata Ishak yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga kepada Fokusriau,Com, Jum’at (27/10).

Sejumlah nama yang masuk dominasi sebagai calon pahlawan diantaranya Laksamana Malahayati (Keumala Hayati) dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah (Sultan Mahmud Syah III) dari Kepulauan Riau, Tuan Guru Pancor (Muhammad Zainuddin Abdul Madjid) dari Nusa Tenggara Barat, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pendiri HMI Lafran Pane dari Yogyakarta, Alwad Abdul Rahman Baswedan atau sering disebut AR Baswedan, hingga Raden Said dari Jakarta.

Editor : Indra H
Sumber : detik/pikiranrakyat

Back to top button