Update per 13 Desember 2025, Jumlah Korban Tewas Bencana Sumatera dan Aceh Tembus 1005 Jiwa

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI merilis laporan perkembangan terbaru terkait bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.
Berdasarkan data yang dilihat prokepri.com per hari ini, Sabtu (13/12/2025), jumlah korban tewas dalam tragedi bencana di tiga provinsi ini, (Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh) telah mencapai 1005 jiwa meninggal dunia.
Sementara, jumlah orang hilang totalnya mencapai 217 jiwa dan terluka 5,4 ribu jiwa.
Sedangkan rincian jumlah meninggal dunia berdasarkan Kabupaten Kota, Kabupaten Agam di Provinsi Sumatera Barat menjadi wilayah terbanyak pertama, dengan jumlah 184 jiwa. Disusul, Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara kedua, dengan 159 jiwa dan ketiga, Aceh Temiang, Provinsi Aceh 116 jiwa.
Sedangkan ratusan orang meninggal lainnya, tersebar di sejumlah wilayah lainnya di tiga provinsi terdampak bencana tersebut.
BNPB juga mencatat, total 158 ribu rumah warga, 434 rumah ibadah, 581 fasilitas pendidikan, 145 jembatan, 219 fasilitas kesehatan termasuk 290 gedung perkantoran rusak berat akibat bencana ini, plus ratusan ribu warga telah mengungsi.
Prabowo kembali Tinjau Posko Pengungsian
Terpisah, Presiden Prabowo Subianto kembali meninjau langsung posko pengungsian warga terdampak banjir di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (13/12/2025).
Peninjauan tersebut dilakukan Presiden untuk memastikan penanganan darurat bagi masyarakat berjalan dengan baik, serta kebutuhan dasar para warga terdampak terpenuhi.
Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo langsung meninjau area dapur umum yang menjadi pusat penyediaan makanan.
Di tempat ini, Kepala Negara memastikan proses pengolahan dan distribusi makanan berjalan lancar, serta mencukupi kebutuhan seluruh warga terdampak yang berada di posko pengungsian.
Dari dapur umum, Prabowo kemudian menuju area posko pengungsian yang saat ini menampung warga terdampak banjir.
Di lokasi tersebut, tercatat sebanyak 299 kepala keluarga atau 1.015 jiwa mengungsi sementara sambil menunggu kondisi wilayah mereka memungkinkan untuk kembali ditinggali.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden berinteraksi langsung dengan warga terdampak banjir. Prabowo menyapa satu per satu pengungsi, mendengarkan suara rakyat, serta menanyakan kondisi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari mereka di lokasi pengungsian.
Kepada para pengungsi, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan terus hadir dan bekerja secara terpadu untuk menangani dampak bencana banjir di Kabupaten Langkat. Presiden menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan kehidupan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.
“Semua warga yang mengalami musibah akan kita bantu karena saudara-saudara adalah bagian dari kami, semua kita adalah keluargamu. Kalian adalah keluarga kami, kami tidak akan tinggalkan kalian sendiri,” kata Presiden.(wan)
Editor: yn
