Riski, Korban Tenggelam di Perairan PT ASL Shipyard Batam Akhirnya Ditemukan

PROKEPRI.COM, BATAM – Riski (15), korban tenggelam kecelakaan kapal sampan terseret arus dibawah laut di wilayah perairan PT ASL Shipyard, Kota Batam pada hari Senin (11/3/2024) malam lalu, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (13/3/2024) pukul 09.30 WIB.
“Korban atas nama Riski akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, mengapung di perairan PT. ASL dengan koordinat 1° 04′ 54.9″ N 103° 52′ 34.7” E, berjarak 1,3 Nm dari titik lokasi kejadian,”kata Kedpala Basarnas Tanjungpinang melalui Humas Ardilla dalam keterangan resmi yang diterima Rabu (13/3/2024) siang.
Korban, sambung Ardilla, kemudian langsung di bawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Batam.
Sebelumnya diberitakan, dua orang bocah bernama Riski (15) dan Daffa (11) tenggelam kecelakaan kapal sampan terseret arus dibawah laut di wilayah perairan PT ASL Shipyard, Kota Batam pada hari Senin (11/3/2024) malam.
Satu korban tenggelam bernama Daffa (11) sudah ditemukan dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri pada Selasa (12/4/2024).
“Sementara korban Daffa sudah ditemukan, Tim SAR Gabungan yang masih berada di lapangan hingga saat ini masih terus mencari korban atas nama Riski,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Slamet Riyadi melalui Humas Ardilla dalam keterangan resmi, Selasa (12/3/2024).
Ardilla mengungkapkan, bahwa korban Daffa ditemukan pada lanjutan pencarian hari kedua (Selasa 12/3/2024),red) pasca pencarian hari pertama yang dilaksanakan dengan menggunakan metode penyisiran di sekitar area tenggelam dengan tanda-tanda nihil.
“Pencarian hari pertama dilaksanakan dengan menggunakan metode penyisiran di sekitar area korban tenggelam. Namun hingga pukul 22:00 WIB malam, tanda-tanda korban masih nihil,” bebernya.
Setelah melaksanakan kesepakatan bersama keluarga korban dan seluruh Tim SAR Gabungan, sambung Ardilla, operasi SAR dilanjutkan dengan pemantauan hingga hari ini Selasa 12 Maret 2024 pukul 07:00 WIB pagi.
“Setelah melaksanakan briefing pagi, Tim kemudian melanjutkan pencarian korban. Hingga akhirnya pada pukul 09.35 WIB, korban pertama yang selanjutnya diketahui atas nama Daffa, ditemukan berada di bawah kapal, dalam kondisi terlilit propeller kapal,”terangnya.
“Setelah dilaksanakan proses penyelaman, dengan hati-hati korban kemudian berhasil di evakuasi ke permukaan pada pukul 11:34 WIB, untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Batam Polda Kepri,”sambung Ardilla.
Kronologis kejadian, Basarnas Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam menerima informasi musibah kecelakaan kapal sampan terseret arus bawah laut di wilayah Perairan PT. ASL Shipyard, Kota Batam pada hari Senin, 11 Maret 2024 pukul 18:30 WIB.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Batam, Polsek Batu Aji, Polairud, TNI AL, KPLP, Security PT. ASL serta masyarakat nelayan setempat tiba di lokasi kejadian pada 11 Maret 2024 pukul 19:30 WIB langsung melaksanakan koordinasi dan melaksanakan pencarian terhadap kedua korban tersebut.
Kejadian ini bermula saat Wahidin Tanjung (36) bersama dengan 4 orang korban lainnya yaitu Sholauddin Alayubi (15), Saiful Azis (17), Riski (15) dan Daffa (11) berencana untuk pergi memancing di perairan PT. ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Kota Batam (Senin, 11/03/2024).
Kelima orang korban berangkat dari Pelabuhan Pandan Bahari kurang lebih pada pukul 16.10 WIB menggunakan kapal sampan dayung.
Tak lama tiba di lokasi, sampan yang mereka naiki kemudian terbawa arus gelombang air laut ke bawah kapal tugboat yang sedang melaksanakan lego jangkar di perairan PT. ASL.
3 orang korban atas nama Wahidin Tanjung, Sholauddin Alayubi dan Saiful Azis berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang dan menaiki kapal tugboat yang sedang lego jangkar. Sementara korban atas nama Riski dan Daffa tidak dapat menyelamatkan diri.(yandri)
