RSUP Kepri dan RSUD Bintan Periksa Kesehatan 5 WN China, Begini Hasilnya

PROKEPRI.COM, BATAM – Tiga Rumah Sakit (RS) yang berada di Tanjungpinang dan Bintan dipastikan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang Warga Negara (WN) China yang mengalami gejala demam dan batuk pilek (mirip virus corona) sewaktu berlibur di Bintan baru-baru ini. Hasilnya negatif.
“Wisatawan asing ini diduga demam sehingga perlu pemeriksaan lanjutan, dimana 2 orang diperiksa di RSUD Bintan Kijang, 2 orang diperiksa di RSUD Engku Daud Tanjung Uban dan 1 orang diperiksa di RSUP Ahmad Tabib. Kesemuanya negatif,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Irmansyah melalui Kepala Seksi (Kasi) Surveilance dan Imunisasi, Dr Indrike Caesaria dalam pemaparan di acara Advokasi dan Sosialisasi Kewaspadaan Dini Penanggulangan 2019 nCov (virus corona) di Rumah Sakit awal Bros Batam, Selasa (28/1).
Tim Surveilance, Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, kata Indrike telah menangani isu merebaknya virus corona asal Wuhan, China atau lebih dikenal dengan nama 2019 nCov sejak awal kasus ini merebak.
Menurutnya, tim telah hadir langsung di lapangan dalam memberikan pendampingan dan kewaspadaan dini di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Salah satu contohnya adalah penanganan wisatawan asing asal China yang mengalami gejala demam dan batuk pilek saat berwisata di Bintan tersebut.
Indrike menegaskan adanya kehadiran langsung Tim surveilance dalam proses penanganan tiap wisatawan asing yang diduga mengalami gejala demam dan batuk pilek di wilayah Kepri.
“Kemaren itu kita mendampingi penanganan 2019 nCov berdasarkan pedoman penanggulangan penyakit saluran napas pada kasus MersCov dan SARS. Sementara pedoman menangani 2019 nCov belum tersedia,” ungkap Indrike.
Dia juga menjelaskan bahwa Pedoman Penanggulangan 2019 nCov baru tersedia sehingga langsung diadakan acara Advokasi dan Sosialisasi di RS Awal Bros Batam.
“Kita berharap masyarakat tenang dan waspada. Jangan Panik. Dinas Kesehatan telah bekerja, tanpa liputan untuk menjaga kondisivitas masyarakat. Namun seluruh progress kerja akan diberi update ke masyarakat melalui saluran resmi,” kata Indrike.
Indrike berharap masyarakat selalu waspada dan yang utama tidak panik menghadapi merebaknya 2019nCov. Seluruh stake holder yang bertugas menangani telah berkumpul dan berkoordinasi dalam Tim Gerak Cepat dimana Tim Surveilance Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menjadi intinya.
“Jangan latah dan panik apalagi Lebay. Itu hanya akan memperparah situasi, padahal sebenarnya tidak terjadi apa apa,” saran Dr Indrike.(kepriprov)
Editor : yandri
