BATAMKEPRI

Sah, LBH Respationo dan Rekan Bantu Mulkansyah Hadapi Laporan Alias Wello

Ketua RCW Kepri, Mulkansyah.

PROKEPRI.COM, BATAM – Lembaga Bantuan Hukum Respationo and Rekan (LBH-RR) Kota Batam akan membantu Mulkansyah (Ketua LSM Riau Cooruption Watch (RCW),red) menghadapi laporan Bupati Lingga Alias Wello yang dilayangkan ke Mabes Polri atas dugaan pencemaran nama baik baru-baru ini.

“LBH Respationo dan Rekan atau disingkat RR milik pak Soerya Respationo kuasa hukum RCW,” kata Mulkansyah kepada Prokepri.com Sabtu (7/1).

Mulkansyah mengaku siap menerima resiko apapun yang bakal terjadi. Karena menurutnya, RCW, bukan LSM penghina, kriminal, ataupun narkoba. Melainkan penegakan hukum anti korupsi.

“Saya terima resiko saya, Saya bangga masuk penjara karena menegakkan hukum anti korupsi,” tegas pria yang biasa disapa Mulkan ini.

Menjawab tudingan mendompleng nama RCW di Pekanbaru, Riau, Mulkan menegaskan bahwa RCW Riau tidak memiliki akte pendirian termasuk AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga)

“Kemaren kita konfirmasi ke RCW Pekanbaru Riau, rupanya RCW Pekanbaru belum ada AD/ART apalagi akte pendirian. Kita RCW Kepri udah ada badan hukum sejak tahun 2010,” bebernya..

Terlepas dari itu, Mulkan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat Provinsi Kepri untuk menilai.

“Yang menilai masyarakat nanti dan saya udah siap lahir batin. Karena unsur pencemaran nama baik (Bupati Lingga, Alias Wello,red) tak ada atau belum terjadi pencemaran nama baik itu,” ucapnya.

Mulkan menambahkan bahwa dirinya selaku Ketua RCW Kepri juga sudah menegur Agus Saputra (Sekretaris RCW Kepri) terkait pernyataan khilaf.

“Tak ada salah minta maaf dan mengaku khilaf, maka itu saya tegur dia (Agus Saputra),” tutup Mulkan.

Selain Bupati Lingga, Alias Wello, berdasarkan sumber dari salah satu media online, Direktur PT Multi Coco Indonesia (MCI), Ady Indra Pawennari juga resmi melaporkan Ketua dan Sekretaris Riau Coruption Watch (RCW) Kepri Mulkan dan Agus Saputra atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan dilayangkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri pada Kamis (5/1) kemaren, usai melakukan klarifikasi dan menyerahkan beberapa data serta dokumen ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam laporan polisi Nomor: LP/09/I/2017/Bareskrim, tanggal 5 Januari 2017 yang ditandatangani Perwira Siaga II, Kompol Usman, SH itu, Ady menyampaikan keberatannya atas tuduhan RCW melakukan tindak pidana korupsi dan menerima aliran dana dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH), serta menerima hasil penjualan kayu ilegal logging senilai ratusan miliar rupiah.

Seperti diketahui, RCW Kepri sebelumnya melaporkan dugaan korupsi Bupati Lingga, Alias Wello, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Laporan tersebut adalah dugaan korupsi dana pencetakan sawah dan kasus ilegal loging dari proyek itu.

Dugaan korupsi yang dilaporkan Mulkan itu adalah, dana proyek pencetakan sawah di Kabupaten Lingga. Dana proyek ini, sesuai yang diutarakan Mulkansyah, sebesar Rp3,5 miliar. Tapi nanti akan membutuhkan dana lebih besar lagi, yaitu Rp35 miliar.

Laporan yang dibuat RCW didasari sejumlah point dasar hukum. Di antaranya adalah pertama, Dugaan kamuflase dalam hal pencetakan sawah. Target sesungguhnya adalah penguasaan kayu-kayu yang dibabat dari lahan yang akan dicetak menjadi sawah. Kedua, nilai hasil penjualan kayu dari hasil ilegal loging itu diduga mencapai miliaran rupiah dan ketiga, hasil panen sawah tidak bagus, meskipun menggunakan bibit padi yang paling bagus. Ini karena studi kelayakannya kurang baik.(yan)

Tinggalkan Balasan

Back to top button