KEPRI

Sempena Hari Marwah Kepri, Pijar BP3KR Gelar Kenduri dan Silaturahmi

 

Pejuang Provinsi Kepri Karimum foto bersama. Foto prokepri/pramudy.

PROKEPRI.COM, KARIMUN – Sempena Hari Marwah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Pijar BP3KR menggelar kenduri dan silaturahmi bersama para pejuang yang ada di Kabupaten Karimun. Agenda Dengan Tema ‘Menjemput Tuah Menegakkan Marwah, Berpancang Amanah Dalam Bingkai Merangkai Pulau Memakmurkan Negeri’ ini, dilaksanakan di Resto Coastal Cafe, Senin, (17/05/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh pejuang yan berdomisili di Karimun terdiri dari Iwan Kusuma, Gafar (Camat Tebing), R.Azli serta pemuda-pemudi plus Presidium Pijar BP3KR, Ramdan SE dan Haryono Zuhri .

Ramdan mengatakan, tujuan dilaksanakan agenda untuk mengingat dan mengenang kembali perjuangan bersama dalam pembentukan Provinsi Kepri.

“Perjuangan pembentukan Propinsi Kepulauan Riau, tidaklah semudah membalikan telapak tangan, dan bukan juga sebagai isapan jempol belaka,
pembentukanmenghabiskan waktu yan panjang, peras keringat dan air mata dan itu bukti perjuangan kita,” kata Presidium Pijar BP3KR dalam sambutannya.

Ramdan menceritakan, tanggal 15 Mei 1999, Deklarasi Rakyat Kepri diumumkan sebagai momentum bersejarah dan menjadi semangat perjuangan rakyat Kepri.

“Dan yang tak bisa kita pungkiri, bahwa ada seorang tokoh central perjuangan yang berani berdiri di depan sebagai lokomotif (penggerak) mesin perjuangan, Dialah bapak Huzrin Hood dan tokoh-tokoh pejuang lainnya,” ungkapnya.

Seluruh masyarakat Kepri, masih Ramdan, bertekat, demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan Provinsi Kepri.

“Tua muda, pelajar dan mahasiswa bergerak bersama berjuang menuntut terbentuknya Provinsi Kepri. Kami, kita yang hadir pada hari ini adalah orang-orang yang ikut andil sebagai pejuang. Empat tahun Lamanya, alhamdulillah, dengan di keluarkannya UU (Undang-Undang) Nomor 25 Tahun 2002 tentang pembentukan Provinsi Kepri ini, maka Provinsi yang kita cita-citakan terwujud,” jelasnya lagi.

“Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah dan dengan aturan perundangan yang berlaku maka ditunjuklah penjabat sementara sampai dengan Plt (Pelaksana Tugas) Gubernur Kepri, yaitu bapak Ismeth Abdullah sebagai Plt Gubernur, pada waktu itu dari pemerintah pusat,” sambung Ramdan.

Ramdan mengatakan, seiring berjalannya waktu, pada tahun 2005, terselenggaralah Pilkada pertama di Indonesia melalui pemilihan dan terpilihlah Ismeth Abdullah-Muhammad Sani sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2005-2010.

Dua tokoh pemimpin ini memulai meletakan pondasi pembanguan Propinsi Kepri dengan berbagai kebijakan pembangunan yang diambil.

Kemudian dilaksanakan kembali Pilkada tahun 2010 serta terpilih Muhammad Sani-Soeryo Respationo sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur untuk periode 2010-2015.

“Terus berjalan hingga saat ini Gubernur Kepri terpilih bapak. H. Ansar Ahmad serta Ibu Hj. Marlin Agustina dan mereka semua putra putri terbaik Kepri. Disamping itu ada pejabat pusat- daerah yang turut andil atas kebijakan pembangunan di Kepri juga diantaranya pejabat Pjs. bapak Darjo Sumarjono, bapak Agung Mulyana, bapak Nuryanto, bapak Bahtiar serta bapak Suhajar Diantoro,” paparnya.

Dari perjalanan politik yang terjadi di Provinsi Kepri melalui mekanisme dan tahapan pencalonan berdasarkan perundangan yang berlaku dan masyarakat Kepri mempercayai para pemimpin kepri untuk membangun.

“Tentu yang menilai keberhasilan pembangunan itu juga masyarakat Kepri karena masyarakat menaruh harapan besar agar cita-cita deklarasi rakyat Kepri 15 Mei 1999 dapat terwujud,” tutur Ramdan.

Haryono Zuhri menambahkan, bahwa Pijar BP3KR sendiri merupakan pusat informasi dan jaringan angkatan reformasi yang anggotanya adalah orang-orang yang peduli dengan perjuangan serta siap mengisinya menuju masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Dengan harapan maju dan pesatnya pembangunan di Kepri dan diisi oleh generasi Pijar yang berkeadilan dan amanah, yang bermakna negeri yang berkah hasil dari sebuah perjuangan bersama yang harus dipertahankan,” pesan Haryono.

Dalam kesempatan ini, Iwan Kusuma bersama para tokoh seperjuangan sepakat, kegiatan seperti ini akan dilakukan dengan rutin untuk terus mempererat silaturahim para pejuang khususnya di Karimun.

“Serta menjalin kedekatan para pemuda pemudi generasi penerus untuk tidak melupakan sejarah perjuangan. Saya juga mengajak para generasi penerus untuk kompak, bahu membahu, menjaga serta peduli pada negeri ini serta daerah Karimun Khususnya. Jangan sampai terpecah belah, mari bersatu, bersama kita membangun. Terkhusus Kabupaten Karimun Bumi Berazam ayo kita ciptakan bersama-sama kedamaian, tentram, saling bergandengan tangan untuk kemajuan,”tutup Iwan.

Penulis : Pramudy
Editor : yan

Back to top button