KEPRI

Sindikat Jaringan Curanmor dan Penadah di Kepri Terbongkar, 3 Pelaku Diamankan Polisi

Tampak sepeda motor hasil tindak pidana Curanmor serta tindak pidana pertolongan jahat/penadahan yang terjadi di wilayah Kepri, khususnya Kota Batam dan Kabupaten Karimun di Mapolda Kepri, Kamis (26/2/2026). Foto prokepri/yn

PROKEPRI.COM, BATAM – Polda Kepri melalui Tim Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum berhasil mengungkap sindikat jaringan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curanmor) serta tindak pidana pertolongan jahat/penadahan yang terjadi di wilayah Kepri, khususnya Kota Batam dan Kabupaten Karimun.

Tiga pelaku pun turut diamankan.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung oleh Dirreskrimum Polda Kepri Ronni Bonic, serta didampingi Kabid Humas Polda Kepulauan Riau Nona Pricillia Ohei di Mapolda Kepri, Kamis (26/2/2026).

Peristiwa pencurian sepeda motor tersebut terjadi pada bulan September hingga Oktober 2025 di sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Batam Kota, antara lain area parkir luar Mega Mall serta kawasan Gerbang Barat dan Gerbang Timur Engku Putri, Kelurahan Teluk Tering, Kota Batam.

Adapun tindak pidana pertolongan jahat atau penadahan dilakukan pada periode yang sama di wilayah Pelabuhan Sri Mandah Moro, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka.

Tersangka utama berinisial R berperan sebagai pelaku pencurian, sedangkan tersangka A dan M berperan sebagai pihak yang menerima dan memperjualbelikan barang hasil tindak pidana

Modus operandi, tersangka R mengambil sepeda motor milik orang lain tanpa hak dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan dengan cara merusak atau menggunakan alat tertentu terhadap kunci kendaraan sehingga mempermudah perbuatan tersebut.

Selanjutnya, kendaraan hasil pencurian dialihkan dan dijual kepada pihak lain yang patut diduga mengetahui atau seharusnya mengetahui bahwa barang tersebut berasal dari tindak pidana.

Berdasarkan informasi masyarakat, Tim Subdit 3 Ditreskrimum melakukan penyelidikan dan pada Minggu, 15 Februari 2026 sekira pukul 02.00 WIB, berhasil mengamankan tersangka R di kawasan Jembatan 3 Barelang, Kota Batam.

Pengembangan perkara kemudian mengarah pada penangkapan tersangka A dan M di Kecamatan Moro, Kabupaten Tanjung Balai Karimun pada hari yang sama. Para tersangka beserta barang bukti dibawa ke kantor Subdit 3 Jatanras untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai Rp4.075.000,-, dua unit handphone, serta 12 (dua belas) unit sepeda motor berbagai merek yang dilaporkan hilang di wilayah hukum Polsek Batam Kota dan Polsek Batu Aji.

Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yakni Pasal 477 ayat (1) huruf f dan/atau huruf g juncto Pasal 20 terkait pencurian dengan pemberatan, serta Pasal 591 dan/atau Pasal 592 ayat (2) juncto Pasal 20 terkait pertolongan jahat/penadahan, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara untuk pencurian dengan pemberatan dan maksimal 6 (enam) tahun penjara untuk penadahan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui telah melakukan pencurian di sekitar 40 TKP di wilayah Kota Batam dengan total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kabidhumas Polda Kepulauan Riau Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor dan menduga kendaraannya termasuk dalam barang bukti yang telah diamankan, agar mendatangi Kantor Polda Kepri dengan membawa dokumen kepemilikan sah seperti STNK dan/atau BPKB serta identitas diri untuk dilakukan verifikasi.

“Proses pengembalian barang bukti dilaksanakan sesuai prosedur dan tidak dipungut biaya,”tegas Nona.(red)

Back to top button