NASIONAL

Skenario Terburuk Pemerintah: 100 Ribu Kasus Covid-19 Sehari

Tumpukan Pasien Covid-19.(Foto REUTERS)

PROKEPRI.COM,JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan pemerintah sudah merancang strategi penanganan Covid-19 jika menghadapi skenario terburuk penambahan kasus hingga 100 ribu kasus per hari.

Namun, kata Luhut, pemerintah tak berharap Indonesia mengalami skenario terburuk itu. Diketahui, kasus positif Covid-19 harian pecah rekor mencapai 54.517 orang per hari kemarin.

“Kita tidak berharap sampai ke 100 ribu, tapi itu pun kami sudah rancang sekarang kalau sampai terjadi ke sana,” kata Luhut dalam jumpa pers daring di kanal Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Kamis (15/7).

Luhut menyampaikan pemerintah akan menjalankan skenario 60 ribu kasus sehari dalam waktu dekat. Menurutnya, kondisi ini sudah diperhitungkan pemerintah sejak awal.

Pemerintah menyiapkan rumah sakit untuk menghadapi lonjakan jumlah pasien. Pemerintah meminta setiap rumah sakit mengalokasikan 40 persen tempat tidurnya untuk pasien Covid-19.

Selain itu, pemerintah mengubah sejumlah gedung, seperti rumah susun, menjadi rumah sakit darurat. Pemerintah juga akan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan TNI-Polri untuk merawat pasien Covid-19.

Luhut menyampaikan pemerintah pun memerintahkan TNI-Polri mendirikan rumah sakit lapangan. Pemerintah juga meminta gedung-gedung pemerintahan digunakan untuk pusat isolasi.

“Presiden perintahkan semua kementerian/lembaga harus punya masing-masing tempat isolasi sendiri (untuk pasien gejala) yang ringan sehingga tidak membebani lagi ke pusat,” ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia mencetak rekor penambahan kasus Covid-19 harian dalam beberapa pekan terakhir. Kemarin, Rabu (14/7), Indonesia melaporkan 54.517 kasus positif Covid-19.

Hingga kemaren, total kasus positif Covid-19 mencapai 2.615.529 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 68.219 orang meninggal dunia, 2.139.601 orang sembuh, dan 443.473 orang masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri.(Cnn)

Editor: Muhammad Faiz

Back to top button