KEPRI

Stok Beras di Tanjungpinang Cukup Untuk 5 Bulan

TPID Antisipasi Lonjakan Harga

Ilustrasi beras. Sumber foto net.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdrive Tanjungpinang memastikan stok beras saat ini sebanyak 975 ton dinilai cukup untuk lima bulan. Dalam waktu dekat, stok akan ditambah sebanyak 1.850 ton beras, minyak goreng 33.700 liter dan gula pasir 1.068 kg.

Sejalan dengan hal ini, Tim Pengendalian Inflasi Deerah (TPID) Kota Tanjungpinang juga akan melakukan antisipasi lonjakan harga pada seminggu sebelum Ramadhan dan seminggu sebelum Lebaran. Hal tersebut merupakan keputusan TPID.

“Operasi pasar juga sedang berlangsung mulai hari ini Kamis ini dengan prioritas Rumah Pangan Kita yang berada di tiap kelurahan dan RW sehingga lebih cepat dijangkau oleh masyarakat,” kata Asisten 2 Irwan, S.Sos, MM memimpin rapat TPID Kota Tanjungpinang di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis (19/4/2018).

Berdasarkan data dari BPS pada bulan Maret 2018, Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0.18 %.

Terkait hal tersebut, Irwan berharap Tanjungpinang tetap bisa menjaga stabilitas harga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan inflasi di Tanjungpinang tetap dapat terkendali.

Ditempat yang sama, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Eko memastikan bahwa operasi pasar dan optimalisasi rumah pangan merupakan salah satu faktor penghambat laju inflasi Kota Tanjungpinang.

“Faktor pendorong inflasi jelang lebaran yaitu peningkatan daya beli yang disebabkan penerimaan THR oleh Karyawan dan gaji 13 yang akan dibayarkan oleh pemerintah untuk ASN, konsumsi masyarakat yang meningkat menjelang perayaan hari raya, ekspektasi inflasi penjual dan konsumen serta mudik lebaran.” Paparnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Kadisperdagin Kota Tanjungpinang, Samsudi, S.Sos, MH. Dia mengatakan, selain akan melaksanakan operasi pasar, penyesuaian takaran timbangan juga akan digelar.(r/yan)

Back to top button