
PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Buntut peristiwa ratusan pelajar di Kecamatan Siantan Tengah diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Anambas akan segera memanggil Dinas Kesehatan.
“Nanti kami panggil dari Dinas Kesehatan untuk mengevaluasi dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) agar hal ini tidak terjadi kembali. Ini menyangkut keselamatan anak-anak kita,”kata Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rian Kurniawan kepada media ini, Jumat (17/4/2026).
Rian menegaskan, bahwa kejadian itu menjadi perhatian serius wakil rakyat, dan tidak boleh dianggap sepele, harus ditangani secara cepat, terbuka, serta menyeluruh.
“Dapur SPPG, sebagai pihak yang berkaitan langsung dengan distribusi dan kualitas makanan program MBG wajib di evaluasi,”tekan dia.
Menurut Rian, evaluasi menyeluruh penting dilakukan, mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, penyimpanan bahan pangan, distribusi makanan ke sekolah, hingga standar kelayakan konsumsi sebelum dibagikan kepada siswa.
Ia mengingatkan, bahwa program MBG sejatinya memiliki tujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah. Namun, jika pengawasan lemah, program tersebut justru dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan penerima manfaat.
”Program ini bagus, tetapi pelaksanaannya harus benar-benar dijaga. Jangan sampai niat baik justru menciptakan masalah baru di lapangan,”tegas Rian.
DPRD Anambas, masih dia, sedang menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang diduga menjadi penyebab para siswa mengalami gejala keracunan. Hasil tersebut dinilainya penting sebagai dasar untuk menentukan langkah lanjutan serta pihak yang harus bertanggung jawab apabila ditemukan kelalaian.
”Tadi Wakil Ketua Komisi I, Hino Faisal, sudah berkunjung ke RS Payaklaman menemui langsung korban keracunan. Kita tunggu hasil dari Dinas Kesehatan terkait sampel makanan yang diduga penyebab keracunan,” tambahnya.
Kunjungan Wakil Ketua Komisi I ke rumah sakit disebutnya sebagai bentuk kepedulian DPRD terhadap kondisi para siswa yang menjalani perawatan.
“Selain memastikan pelayanan medis berjalan baik, kita juga ingin mendengar langsung perkembangan penanganan korban di lapangan,”ungkap Rian.
Dia juga berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika ditemukan adanya unsur kelalaian dalam proses penyediaan makanan, DPRD meminta adanya tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
”Kita juga mendorong seluruh pihak terkait untuk memperketat standar keamanan pangan, meningkatkan pengawasan rutin, serta melakukan pemeriksaan berkala terhadap makanan yang disalurkan dalam program MBG,”pungkas Rian.(as)
Editor: yn
