Dari 32600 Penduduk di Kelurahan Batu Sembilan, Terdata 2889 KK Penerima Bantuan Covid-19

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Lurah Batu Sembilan (IX), Tanjungpinang Timur, Said Fatahullah menyebutkan, dari 32600 jiwa penduduk di wilayahnya, sudah terdata sebanyak 2889 Kartu Keluarga (KK) sebagai penerima bantuan terdampak virus corona atau Covid-19. Data itu, sambung Said, sudah diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos).
“Pendataannya sudah ditutup Dinsos, jam 9 tadi malam tadi untuk se-Kota Tanjungpinang. Untuk warga di Kelurahan Batu Sembilan, terdata sebanyak 2889 KK sebagai penerima Bantuan. Data sudah dimasukkan ke Dinsos untuk di verifikasi dan validasi agar tidak ada data ganda,” kata Lurah Batu Sembilan, Said Fatahullah kepada prokepri, Kamis (16/4/2020).
Said menerangkan, data yang diserahkan ke Dinsos merupakan hasil pendataan yang dilakukan RT-RT se-Kelurahan Batu Sembilan selama lebih kurang dua hari. Data yang masuk diluar data kemiskinan (wajib dapat bantuan,red) yang sudah ada di Dinsos.
“Hasil rapat tidak ada kuota. Jadi kami ini memang merekap hasil pendataan RT-RW. Maka itu sebelumnya kita minta RT-RW mendata dua hari dikasih waktu. Dapatlah 2889 KK. Informasi terbaru dari Dinsos, kalau ada warga tambahan yang belum terdata ditampung saja,” ungkapnya.
Said menekankan, ada 26 item kriteria (syarat,red) masyarakat penerima bantuan yang dikeluarkan Kementrian Sosial. Dia merincikan yakni, pertama anak balita terlantar, anak terlantar, perempuan rawan sosial ekonomi, lanjut usia terlantar, anak dengan kestabilan khusus, penyandang disabiitas, penyandang disabilitas mental, fakir miskin, anak korban KDRT, anak berhadapan dengan hukum.
Kemudian, masih Said, anak memerlukan perlindungan khusus, anak jalanan, korban tindak kekerasan, tuna susila, pengemis, gelandangan pemulung, kelompok minotritas, warga binaan, korban penyalahgunaan narkoba, komunitas adat terpencil, keluarga korban psikologis, korban bencana alam, imigran, korban HIV dan korban trafiking.
“Itu kriteria yang ada. Kami berharap pemko melalui Disnsos juga menyampaikan ke publik. Jadi warga kita tidak berharap mendapatkan semuanya. Memang covid ini terdampak semua. Banyak juga orang-orang kita menengah keatas berharap mendapat itu. Tapi itulaah kriterianya,”bebernya.
“Kemaren pas rapat, kami bertanya. bagimana orang-orang harian lepas itu dan korban PHK?, dijawab sudah dimasukkan saja. Kita minta RT-RW mendapatkan data yang betul-betul pas, karena mereka yang lebih tau. Makanya kami kelurahan ini berharap RT-RW selektif memilih dan memilah orang yang dapat bantuan ini,” sambung Said.
Said memastikan, bantuan yang bakal diberikan Dinsos berupa sembako. Namun, kapan dibagikan, ia tidak mengetahuinya.
“Untuk sementara informasinya sembako. Karena kalau uang gak mungkin karena masuk data ini ribuan KK. Tapi karena kita takut salah informasi, bisa langsung ke Dinsos, bantuan wewenangnya di Dinsos.
Said juga mengimbau agar warganya selalu berada dirumah sesuai edaran dari pemerintah.
“Karena cobid semakin hari semakin menyebar penularannya, saya imbau warga tetap dirumah, stay at home. Tidak usah beraktifitas diluar. Kalau mau keluar tetap gunakan masker. Jauhi keramaian, jaga kesehatan tubuh. Karena yang menyerang covid19 orang-orang yang imunitasnya rendah,”tutupnya.(yandri)
