Laporan Terkini Bencana Aceh, 11 Warga Hilang dan 6 Dilaporkan Meninggal Dunia

PROKEPRI.COM, BANDA ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI merilis laporan terkini bencana di Provinsi Aceh, Jumat (28/11/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNBP RI, Abdul Muhari menerangkan, bahwa tercatat adanya 11 warga dinyatakan hilang dan enam orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di Provisi Aceh.
“Data ini tentu masih dalam verifikasi dan validasi di lapangan, termasuk juga korban terdampak, jumlah pengungsi, dan lain-lain,”ungkap Abdul dalam keterangannya.
11 orang hilang serta enam meninggal, sambung dia, terjadi di dua Kabupaten, yakni, Bener Meriah dengan sembilan orang dinyatakan hilang, lima meninggal dan di Kabupaten Gayo Lues, dua orang masih hilang plus satu meninggal.
Aceh Ditetapkan Status Tanggap Darurat Bencana
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Aceh telah menetapkan status keadaan tanggap darurat bencana banjir.
Penetapan status itu dilakukan Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada Kamis (27/11/2025) kemaren.
Status itu akan berlangsung selama 12 hari, terhitung hari ini, Jumat (28/11/2025).
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 20.759 jiwa dilaporkan mengungsi akibat bencana banjir yang melanda 16 Kabupaten-Kota di Provinsi Aceh sejak periode 18 November hingga 27 November 2025.
Laporan itu berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
Dalam laporan BPBA, kondisi banjir di 16 Kabupaten/Kota yakni Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang,Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan di Provinsi Aceh.
Bencana ini terdampak pada rumah milik sebanyak 33.817 KK atau 119.988 Jiwa
“Sebagian besar kejadian masih dipicu oleh curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang berdampak pada banjir, tanah bergerak, serta tanah longsor,”tulis laporan BPBA pada Kamis (27/11/2025).
Selain itu, BPBA juga meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan pertolongan cepat, pendataan jumlah korban, dan kerugian serta pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak bencana sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang berlaku.
BPBA terus melakukan koordinasi dengan BPBD di berbagai wilayah serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan optimal.
BPBA mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah bergerak, dan longsor, terutama pada wilayah dengan curah hujan tinggi.(wan)
Editor: yn
