Delapan Jenazah Korban Kapal Tenggelam Berhasil di Identifikasi

PROKEPRI.COM, BATAM – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Kepri dan Tim DVI Mabes Polri bersama DVI Johor Malaysia berhasil mengidentifikasi delapan (8) jenazah korban kapal tenggelam Mersing Johor. Terdiri dari 5 jenazah laki-laki dan 3 jenazah Perempuan.
Keberhasilan identifikasi itu disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH saat Konferensi pers terkait Identifikasi Terakhir Ops DVI korban kecelakaan laut di Rumah Sakit (Rs) Bhayangkara Polda Kepri di Batam, Jumat (24/3), pukul 14.30 Wib siang tadi.
“7 jenazah yang berhasil teridentifikasi saat ini berada di Johor Bahru – Malaysia dan 1 jenazah berada di instalansi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Sehingga sampai saat ini total korban kapal tenggelam Mersing Johor sebanyak 54 orang terdiri dari 8 korban hidup dan 46 meninggal dunia,” ungkap Sam didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, Kabid Dokkes Polda Kepri, dan Perwakilan Dinas Sosial Kota Batam.
Rinciannya, Sam menerangkan, 8 Korban hidup terdiri 1 orang laki-laki warga Negara Malaysia, 5 orang laki-laki warga Negara Indonesia dan 2 orang perempuan warga Negara Indonesia. Kemudian, 46 jenazah terdiri dari 26 jenazah di Johor Bahru Malaysia yang sudah teridentifikasi sebanyak 17 jenazah dan 20 jenazah di RS Bhayangkara Polda Kepri yang sudah teridentifikasi sebanyak 11 jenazah.
“Dari seluruh jenazah saat ini, sambung Sam, masih terdapat 18 Jenazah yang belum terindentifikasi, 9 Jenazah di Johor Bahru Malaysia berjenis kelamin laki-laki dan 9 jenazah di instalansi forensic Rs. Bhayangkara Polda Kepri berjenis kelamin laki-laki, untuk 9 jenezah yang berada di Instalansi forensic Rs. Bhayangkara Polda Kepri,” ungkap Sam.
Hari ini, jenazah direncanakan akan di kebumikan di pemakaman Sei Temiang Batam berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Batam.
Berdasarkan data dari Polda Kepri, data korban yang sudah teridentifikasi adalah
1. M.Rais, Jenis kelamin Laki-laki, alamat : Pengenem Lauq Rt 001 Desa Air Bukaq KEc. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah Provinsi NTB. harangga Kec. Nangapanda Kab.Ende Provinsi Nusa Tenggara Timur, dasar identifikasi : DNA dengan data pembanding ibu kandung.
2. Yanti Naboasa, Jenis Kelamin Perempuan alamat : Desa Pene 1 Kab. Timur Tengah Utara PRov. NTT dasar identifikasi : DNA cocok dengan data pembanding ayah kandung dan ibu kandung.
3. Samsuri, Jenis kelamin laki-laki alamat : Kampung Sek gersek desa paling anlaok kec. Palengaan kab. Pamekasan prov. Jatim, dasar identifikasi : DNA cocok dengan data pembanding ayah dan ibu kandung.
4. Moh. Ngisom, Jenis kelamin laki-laki alamat : desa ngonorejo solemanan udanamu kab. Blitar prov. Jawa timur. dasar identifikasi : DNA cocok dengan data pembanding anak kandung.
5. Garlius Suri Jenis Kelamin Laki-laki alamat Laboi Rt 001 Desa Nanaet kec. Nanaet dua besi Kab. Belu provinsi NTT dasar identifikasi DNA cocok dengan data pembanding Ibu Kandung.
6. Muhri Jenis Kelamin Laki-laki alamat desa bunten timur kec. Ketapang kab. Sampang Madura provinsi Jawa timur dasar identifikasi DNA cocok dengan data pembanding ayah kandung
7. Trisnawati alias nining jenis kelamin perempuan alamat Desa kumapo kec. Onembute kabupaten konawe provinsi Sulawesi tenggara dasar identifikasi DNA cocok dengan data pembanding anak kandung
8. Yance tfuakan jenis kelamin perempuan alamat dusun 02 RT 005 Rw 003 desa nonbaun kec. Fatuleu tengah kab. Kupang provinsi NTT dasar identifikasi DNA cocok dengan data pembanding ibu kandung dan ayah kandung.
Sampai dengan saat ini Rs. Bhayangkara Polda Kepri masih menyimpan DNA korban yang tidak teridentifikasi. Seandainya terdapat keluarga yang ingin mencari keberadaan korban kami masih menyimpan DNA korban tersebut.
Selain itu, Kapolda Kepri juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Walikota Batam dan Dinas Sosial Kota Batam karna sudah membantu dan memfasilitasi pemakaman korban sehingga dapat di makamkan secara layak.
Editor : YAN
Sumber : Polda Kepri
