KEPRI

Begini Kronologis Arya Ditemukan Mengapung di Sungai Toca

Bocah Hilang Terbawa Arus

Sejumlah petugas mengangkat keranda Arya Maisa Siagian (6) bocah yang hilang akibat hanyut terbawa arus selokan tiba di rumah duka, Perumahan Mahkota Alam Permai RT 06 RW 01 Blok L Nomor 11, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, usai ditemuikan di sungai Toca (Sungai Buaya-red), berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian (TKP), Jum’at (12/5) sekitar pukul 15.00 WIB. Foto Prokepri.com/AL.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Jasad bocah laki-laki, Arya Maisa Siagian (6) yang hilang akibat hanyut terbawa arus selokan di dekat rumahnya, Perumahan Mahkota Alam Permai RT 06 RW 01 Blok L Nomor 11, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Kamis (11/5) sekitar pukul 08.00 WIB lalu, akhirnya berhasil ditemukan Tim Basarnas mengapung di aliran anak sungai Toca (Sungai Buaya-red), berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian (TKP), Jum’at (12/5) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat ditemukan, posisi tubuh bocah yang masih duduk di bangku sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) KB Salsabila KM 10 ini, dalam keadaan telungkup tidak bernyawa, mengenakan baju kaos bergaris, dan celana hitam.

Disamping itu, dibagian lengan dan tubuh bocah yang sedianya pada 16 Mei ini merayakan Ulang Tahununya yang ke 6 tersebut, didapati lilitan sejenis akar tanaman serta tali plastik.

Sementara dibagian kepala bocah, anak kedua dari pasangan suami istri Erwin Siagian (40) dan Naning Wijayanti (37) terdapat luka lecet yang diduga akibat benturan benda keras saat terbawa derasnya aliran sungai saat itu.

Disamping menggunakan Tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) Tanjungpinang, terdiri Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kepulauan Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Tanjungpinang, Polres Tanjungpinang, FK Tagana Kepri dan Tanjungpinang, dibantu sejumlah lapisan masyarakat lainnya, pencarian jasad bocah malang ini juga didapati menggunakan jasa orang pintar (para normal-red).

Ketua FK Tagana Provinsi Kepri, M Tegar Balawangak mengatakan, sebelum ditemukan jasad bocah tersebut, pihaknya bersama Tim Basarnas lainnya terus menelusuri aliran air dari lokasi kejadian, hingga hilir sungai Toca yang juga dikenal dengan Sungai Buaya, karena sungai ini diketahui memang ada buayanya.

“Saat dilakukan penelusuran aliran sungai tersebut, tiba-tiba terlihat seperti ada tubuh anak yang mengapung dalam posisi telungkup. Saya dan anggota tim lainnya, langsung terjun ke sungai itu dan ternyata benar. Lalu kami mengangkat tubuh anak itu ke atas paruh karet untuk dibawa ke darat,” ungkap M Tegar.

Dikatakan, pada saat ditemukan, posisi tubuh korban dalam kedaan telungkup mengenakan baju koas bergaris dan celana kaos hitam. Sementara dibagian kepala bocah itu juga terlihat luka lecet, diduga akibat terbentur batu saat terbawa arus air sungai.

“Kita juga dapati ada lilitan akar dan tali pada bagian tangan korban,” ucap M Tegar dengan kondisi basah kuyup terendam air sungai saat mengangkat tubuh korban tersebut.

Pantauan dilapangan, usai ditemukan, jasad bocah ini langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang guna mendapatkan hasil visum dari tim medis, kemudian dibersihkan dan bawa ke Mesjid tidak jauh dari rumah korban untuk sholatkan.

Berselang kemudian, jasad bocah ini dibawa ke rumah duka orang tuanya untuk disemayamkan beberapa saat, termasuk dimandikan dan dikapani, sebelum dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) KM 10 Tanjungpinang.

Penemuan mayat bocah tersebut juga mendapat perhatian serius dari ratusan masyarakat sekitar untuk datang melayat ke rumah korban.

Kedua orang tua korban, tidak kuasa menahan isah tangis kesedihan, saat mendapati keranda yang berisikan tubuh anak kesayangan mereka yang sudah terbujur kaku tidak bernyawa laki.

Sebagaimana diberitakan, seorang bocah laki-laki, Arya Maisa Siagian (6) hilang akibat hanyut terbawa arus selokan di dekat rumahnya, Perumahan Mahkota Alam Permai Kota Tanjungpinang, Kamis (11/5) sekitar pukul 08.00

Saat kejadian, kondisi cuaca di kawasan ini tengah diguyur hujan deras. Suasana tersebut dimanfaatkan bocah yang masih duduk di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) KB Salsabila KM 10 ini untuk mandi hujan.

Namun di tengah keasikannya main hujan, bocah yang pada tanggal 16 Mei besok genap usia 6 tahun itu terpeleset dan hanyut masuk ke parit berukuran sekitar 25 Cm x 30 Cm yang terdapat di depan rumahnya

Peristiwa itu sempat diketahui abang korban, Gefan Cristian Melanova (10) setelah mendengar suara adiknya memanggil-manggil minta tolong. “Saya sempat mengejar dan berusaha menolong adik saya itu, tapi tidak bisa karena terbawa arus air parit ,” kata Gefan.

Penulis : AL

Tinggalkan Balasan

Back to top button