KEPRI

Pelajar Asal Denmark Nikmati Pengalaman Budaya di Anambas

Suasana pelajar asal Denmark Pelajar Asal Denmark mendapatkan pengalaman Budaya di Kanupaten Kepulauan Anambas, Senin (26/6/2026). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Sejumlah pelajar asal Denmark tengah menjalani kunjungan pendidikan dan budaya di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Rombongan tersebut berasal dari sebuah sekolah komunitas dan saat ini menetap di Nongkat, salah satu komunitas di wilayah Kepulauan Anambas.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program pertukaran pendidikan dan budaya yang rutin dilakukan sekolah tersebut. Bagi salah satu peserta bernama Jonas, kunjungan ke Anambas menjadi pengalaman pertamanya.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa sekolah tempatnya menempuh pendidikan sudah beberapa kali mengirimkan siswa ke Anambas dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Jonas, program kunjungan internasional ini telah menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran sekolahnya. Sekolah tersebut diperuntukkan bagi kaum muda hingga dewasa muda, dengan rata-rata usia peserta sekitar 20 tahun.

“Sistem pembelajaran di sekolah kami tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi lebih menekankan pada pengalaman langsung di lapangan,” ujar Jonas, Senin (26/1/2025).

Selama berada di Anambas, para pelajar mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan budaya, seperti menyelam (diving), berlayar (sailing), serta perjalanan budaya untuk mengenal kehidupan masyarakat setempat. Program ini dirancang untuk memperluas wawasan, meningkatkan pemahaman lintas budaya, serta membentuk pengalaman belajar yang lebih kontekstual.

Setiap kelompok pelajar biasanya mengikuti program ini selama kurang lebih tiga bulan.

Mengungkapkan kesannya, Jonas mengaku sangat terkesan dengan keindahan alam Anambas serta cara hidup masyarakatnya yang dinilai sangat berbeda dengan kehidupan di Denmark.

“Anambas sangat indah dan benar-benar berbeda dengan Denmark.

Ini pengalaman yang luar biasa karena kami bisa melihat langsung bagaimana masyarakat hidup dengan cara yang berbeda dari kehidupan kami di Denmark,” tuturnya.

Bagi para pelajar Denmark tersebut, kunjungan ke Anambas bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan menjadi sarana pembelajaran, pertukaran budaya, serta upaya untuk memahami dan menghargai perbedaan cara hidup di berbagai belahan dunia.(as)

Editor : yn

Back to top button