Tiga Mahasiswa UGM Sabet Juara 1 dan Gold Medal di Ajang 3rd ISS di Malaysia

PROKEPRI.COM, YOGYAKARTA – Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menyabet juara satu sekaligus Gold Medal pada subtema Food dalam ajang 3rd International Student Summit (ISS) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 12–13 September 2026 lalu.
Prestasi tersebut diraih melalui gagasan ‘SOSAFE: Integrating Acid Whey’, yang mengembangkan hasil samping industri susu menjadi bahan untuk sosis berkonsep clean label.
Tim mahasiwa itu terdiri atas Prima Cendekia Nirmala Afiatri dan Bangkit Setiyoko dari Fakultas Peternakan serta Nattaya Ashri Syahrayad dari Fakultas Teknologi Pertanian, di bawah bimbingan Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM.
Dilansir UGM, Kamis (17/9/2026), SOSAFE memanfaatkan acid whey yang difermentasi menggunakan Lactiplantibacillus plantarum S21 untuk mengeksplorasi potensinya sebagai biopreservatif alami, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap pengawet sintetis seperti nitrit.
Pengembangan gagasan juga dilengkapi aplikasi berbasis machine learning dan QR code yang mendukung penyediaan informasi produk, ketertelusuran bahan, serta pemantauan mutu.
Bagi dosen pembimbing tim, capaian di ajang internasional tersebut mencerminkan proses kerja mahasiswa dalam mengembangkan gagasan yang menghubungkan beberapa bidang keilmuan. Ir. Galuh Adi Insani, S.Pt., M.Sc., IPM., melihat kolaborasi tersebut sebagai bagian penting dalam menghasilkan inovasi pangan yang memiliki nilai guna.
“SOSAFE menunjukkan bahwa hasil samping industri susu dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah melalui kolaborasi ilmu peternakan, teknologi pangan, dan teknologi digital. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus menghasilkan inovasi yang aplikatif dan bermanfaat,” ungkapnya.
Proses mengikuti kompetisi turut memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk membawa gagasan yang dikembangkan di lingkungan kampus ke forum internasional.
Prima Cendekia Nirmala Afiatri selaku team leader mengatakan proses tersebut melatih kemampuan tim dalam menyusun gagasan, melakukan presentasi, serta membangun komunikasi dan kerja sama selama kompetisi.
“Penghargaan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Selain melatih kemampuan dalam menyusun dan mempresentasikan gagasan, kompetisi ini juga mengajarkan pentingnya kerja sama, komunikasi, dan keberanian untuk membawa ide inovatif ke tingkat internasional. Kami berharap SOSAFE dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi industri pangan serta masyarakat,” tuturnya.
Keterlibatan mahasiswa dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Teknologi Pertanian menjadi bagian dari proses pengembangan SOSAFE. Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif mengenai hasil samping industri susu dan pengembangan teknologi pangan dalam satu gagasan yang kemudian dilengkapi dengan pendekatan digital. Model kerja lintas bidang seperti ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat persoalan pangan dari sudut pandang yang lebih beragam.
Editor: yn
