KAMPUS

Rektor UNAND Dorong Penyusunan Buku Ragam Rendang Minangkabau

Ilustrasi pembuatan rendang. Foto antara

PROKEPRI.COM, PADANG – Rektor UNAND Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM, Akt., mendorong penyusunan buku tentang ragam rendang Minangkabau.

Menurutnya, terdapat lebih dari 100 jenis rendang yang perlu digali dan didokumentasikan agar dapat menjadi rujukan ilmiah, budaya, sekaligus dasar pengembangan inovasi produk.

Gagasan tersebut dinilai Efa, dapat menjadi proyek kolaboratif melalui LPPM UNAND bersama akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah.

Sebelumnya, UNAND menggelar Dialog Interaktif Academia, Business, Government (ABG) untuk mengakselerasi pengembangan dan hilirisasi produk gastronomi Nusantara, khususnya rendang di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat UNAND, Kampus Limau Manis, Selasa (15/9/2026).

Sejumlah hal mengemuka dalam dialog yang menghadirkan Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar, Wakil Rektor I UNAND Prof. Syukri Arief, serta Ketua Himpunan Pengusaha Rendang Minang (HIPERMI) Rina.

Prof. Taruna mengatakan, rendang dipilih karena memiliki kekuatan gastronomi, keunikan lokal, serta telah dikenal luas secara internasional. Menurutnya, BPOM mencatat lebih dari 135 ribu produk memiliki nomor izin edar. Jika digabungkan dengan produk berizin PIRT, jumlahnya mendekati 800 ribu produk pangan.

“Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat besar. Rendang memiliki identitas yang kuat dan sudah mempunyai branding internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan tiga aspek utama yang menjadi perhatian BPOM, yakni keamanan, kualitas, dan manfaat produk. Standardisasi diperlukan untuk melindungi masyarakat dari risiko seperti mikroorganisme, aflatoksin, dan Salmonella.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan teknologi yang mampu meningkatkan daya tahan produk dengan tetap menjamin keamanan pangan melalui pengujian berbasis bukti ilmiah.

Wakil Rektor I UNAND Prof. Syukri Arief menyampaikan UNAND memiliki fakultas, program studi, pusat riset pangan, LPPM, Direktorat Hilirisasi, dan Science Techno Park yang dapat mendukung pelaku usaha melalui riset, pelatihan, serta pendampingan.

“Dengan kepakaran yang dimiliki, UNAND dapat mendorong pengembangan produk agar semakin berkualitas dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua HIPERMI Rina menyebut organisasinya memiliki sekitar 400 anggota yang tersebar di Sumatera Barat dan luar daerah. Salah satu tantangan yang dihadapi ialah meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi standar pasar, termasuk untuk kebutuhan haji, umrah, dan pasar internasional.(red)

Back to top button