KAMPUS

Vokal Kritik Kebijakan Pemerintah, Sosok Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jadi Perbincangan

Mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto. Foto Instragram @tiyoardianto

PROKEPRI.COM, YOGYAKARTA – Sosok mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Tiyo Ardianto, menjadi perbincangan hangat di media sosial lantaran vokal melayangkan kritik tajamnya terhadap kebijakan pemerintah.

Imbas dari hal itu, Tiyo pun mendapatkan dugaan aksi teror digital, hingga penguntitan.

Teror tersebut salah satunya alat pelacak misterius yang sengaja ditempel di kendaraan yang Tiyo gunakan, sehingga viral, membuat geger jagat media sosial tanah air.

Terbongkarnya alat pelacak itu pasca Tiyo menghadiri aksi demontrasi besar di Yogyakarta, baru-baru ini.

Dalam video viral di media sosial yang diperoleh media ini, Senin (15/6/2026), tampak Tyo sendiri langsung membongkar alat pelacak yang terpasang di bawah kolong kendaraannya itu.

Dia pun mengambilnya, dan memberikan keterangan bahwa membenarkan itu merupakan alat pelacak.

“Saya tau ini, karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan temukan alat pelacak ini ada dibawah kendaraan, dipasang entah oleh siapa. Tetapi yang jelas, ini adalah suatu kejadian yang sangat menjijikkan, yang menujukkan betapa menjijikkannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa,”kata Tiyo.

Menurut dia, mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya.

“Mari rekan-rekan kita pastikan semakin ditekan semakin melawan, semakin diteror semakin gacor. Semakin di intimidasi direpresi, maka semakin cepat hari-hari revolusi. Terimakasih pak Prabowo,”sambung Tiyo.

Dikutip dari sejumlah sumber terpercaya, Tiyo Ardianto merupakan pria kelahiran 26 April di Kudus, Jawa Tengah.

Ia menjabat sebagai Ketua BEM UGM periode 2025-2026 dan aktif sebagai mahasiswa Program Sarjana (S1) Filsafat, angkatan 2021.

Kebijakan pemerintah yang kerap ia kritisi terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan beberapa program lainnya.(red)

Back to top button