KEPRI

Warga Resah Ada Orang Tinggal di Bangunan Bekas Wisma Riau dan Gedung Kaca Puri

Bangunan bekas gedung Kaca Puri yang berada di Jalan Teuku Umar, Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang. Foto dok prokepri

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Warga Kelurahan Tanjungpinang Kota mengaku resah terkait adanya orang yang tinggal di bangunan bekas Wisma Riau dan Gedung Kaca Puri.

Keresahan ini mereka sampaikan dalam sesi dialog dalam kegiatan Jumat Curhat yang digelar Polsek Tanjungpinang Kota di halaman Mako Polsubsektor Polsek Tanjungpinang Kota, Jalan Merdeka, Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Tanjungpinang Kota Iptu Freddy Simanjuntak, dan dihadiri Lurah Tanjungpinang Kota Febrianto, para pejabat dan personel Polsek Tanjungpinang Kota, perangkat kelurahan, para Ketua RW dan RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta diikuti sekitar 30 warga setempat.

Warga pun berharap keberadaan mereka dapat ditindaklanjuti guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Tanjungpinang Kota, Zulkifli Irawan, juga turut menyampaikan keluhannya, terkait penerangan jalan yang belum berfungsi di sejumlah lokasi wilayahnya, salah satunya di Jalan Bintan.

Keluhan juga diutarakan warga bernama Subianto atau Laucak. Ia mengungkapkan banyaknya kendaraan jenis lori yang diduga membawa muatan berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL) serta memiliki ketinggian yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Menurutnya, kendaraan muatan berlebih tersebut saat melintas di kawasan Jalan Pos terkadang menyebabkan kerusakan pada atap ruko maupun kabel listrik dan jaringan internet warga.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Kapolsek Tanjungpinang Kota Iptu Freddy Simanjuntak menegaskan, akan berkoordinasi dengan Polresta Tanjungpinang dan Dinas Sosial untuk melakukan pemantauan terhadap situasi di lokasi (bangunan bekas Wisma Riau dan Gedung Kaca Puri).

“Untuk permasalahan tersebut tentunya kami tidak dapat bekerja sendiri. Kami akan berkolaborasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik, namun situasi dan aktivitas di lokasi tetap akan kami pantau,” jelas Freddy.

Sedangkan persoalan penerangan jalan, serta keluhan kendaraan muatan berlebih, ia berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), dan meneruskan ke Satlantas Polresta Tanjungpinang, termasuk juga Dinas Perhubungan untuk dilakukan penanganan sesuai ketentuan.

“Kami akan menyampaikan permasalahan ini kepada Satlantas Polresta Tanjungpinang dan berkoordinasi dengan Dishub agar kendaraan yang digunakan tidak melebihi kapasitas maupun dimensi yang telah ditentukan,”sambung Freddy.

Selain dialog dan penyampaian aspirasi, kegiatan Jumat Curhat juga diisi dengan pembagian tali asih kepada warga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Freddy menegaskan bahwa kegiatan Jumat Curhat akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat sehingga setiap permasalahan Kamtibmas dapat diketahui sejak dini dan bersama-sama dicarikan solusinya,”pungkasnya.

Diketahui, Wisma Riau terletak di Jalan Bintan, Kelurahan Tanjungpinang Kota. Sedangkan Kaca Puri berada di Jalan Teuku Umar, kelurahan sama.

Kaca Puri diketahui dibangun dan diresmikan pada tahun 1983 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Roestam. Dulunya gedung ini menjadi pusat kegiatan olahraga (seperti bola voli) dan seni serta kebanggaan warga Tanjungpinang.

Namun, kondisi saat ini terbengkalai, rusak parah, tidak beratap, dan dipenuhi tanaman liar.

Sempat menjadi aset Kabupaten Bintan sebelum pemekaran, kini mangkrak dan belum ada kejelasan revitalisasi meski sempat dibahas oleh pemerintah daerah.(yan)

Back to top button