Warga Tanjungpinang Tolak Meteran Pasca-Bayar Diganti Token
Meski Sudah Disosialisasikan PLN

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Warga Tanjungpinang menolak meteran pasca-bayar mereka diganti dengan sistem token yang sudah disosialisasikan pihak Perusahaan Listri Negara (PLN) baru-baru ini.
“Kami menolak meteran pasca-bayar diganti token. Meski ada surat edarannya dari PLN. Bahwasanya meteran pra-bayar akan ditukar jadi token,” kata Ketua RW 1, Kampung Mekar Jaya, Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Amin Wahid mewakili warganya kepada Prokepri.com, kemaren.
PLN, sambung Amin, mengatakan kepada warganya, bahwa token akan menguntungkan dibanding meteran lama mereka.
“Kata PLN menguntungkan. Apanya yang untung, yang jelas kita kenak jasa adminstrasi, abondemen, beban, kena lampu jalan. Padahal dengan meteran pra-bayar kan sama. Apalagi warga saya hampir 50 persen gunakan meteran lama (pasca-bayar),” ucap Amin.
Amin mengaku PLN tidak memberikan batas waktu maupun sanksi kepada warga terkait surat edaran pergantian meteran lama ke token tersebut.
“Batas waktu atau sanksi tak ada. Cuma bahasanya apabila pegawai PLN datang jangan diganggu. Surat edaran sudah layangka tiga hari yang lalu dari pln. Gak ada alasan PLN kenapa diganti, cuma intruksi mereka unuk disatukan pakai token,” terang Amin.
Mewakili warganya, Amin berharap PLN tidak mencabut meteran lama mereka diganti dengan token.
“Yang sudah pakai meteran listrik pra-bayar sudah jangan dicabut apalagi diganti dengan token. Selain biaya murah dan warga sudah lama pakai meteran lama itu. Itu saja dan ini aspirasi warga yang disampikan kepada saya. Saya yakin warga lainnya juga sama.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PLN area Tanjungpinang belum dapat dikonfirmasi terkait penolakan warga tersebut. (Rudiyandri)
