KEPRI

Warga Tanjung Uban, Bintan Keluhkan Lumpur Kotori Jalan

Beginilah kondisi akses jalan penghubung dari Kelurahan Tanjungpermai ke Pasarbaru Tanjunguban, Bintan, Kepri dikotori Air bercampur lumpur. Jika hujan turun kondisi sangat parah. Hal itu membuat warga disekitar resah. Foto Prokepri.com/SL

PROKEPRI.COM, BINTAN – Air bercampur lumpur mengotori jalan penghubung dari Kelurahan Tanjungpermai ke Pasarbaru Tanjunguban. Hal tersebut membuat warga disekitar resah. Hal ini diduga akibat kurang pedulinya pihak pengembang sekitar yang melakukan pembangunan perumahan lanjutan di Tanjungpermai, Kecamatan Srikuala Lobam.

Salah seorang warga setempat, Yoserizal mengatakan lumpur yang mengalir saat hujan sangat menggangu aktifitas, pasalnya jika hujan turun lumpur yang berwarna kemerahan ini pasti terus mengotori jalan.

“Hal ini dikarenakan pemotongan serta penimbunan lahan, yang dilakukan sejak akhir 2016 lalu,” sebutnya, Rabu (4/1).

Menurut dia, saharusnya pengembang sebelum melakukan penimbunan, terlebih dahulu membuat parit atau jalur air. Agar hal tersebut tidak menggalir ke jalan dan menggangu aktivitas warga.

“Kalau sebelumnya pihak pembangun sudah membuat parit, tentul hal ini tidak akan terjadi,” kata dia.

Yoserizal menjelaskan, selain lumpur yang memenuhi jalan akibat minimnya saluran air, saat ini setidaknya sudah memgakibatkan tanah disisi jalan yang berseberangan dengan lokasi, sudah mulai terbawa air. Kalau ini terus dibiarkan, ia kawatir jalan penghubung tersebut akan cepat rusak, bahkan longsor. Apa lagi jalan tersebut langsung terhubung ke hutan bakau dan air laut.

“Kita tidak paham apakah pembangunan perumahan lanjutan ini sudah ada ijin Amdalnya daru pemerintah. Karena secara logika, apa bila ada amdal jelas ada kajian terlebih dahulu terkait lingkungan sekitarnya. Ini fakta dilapangan air lumpur langsung ke laut atau bakau yang ada disekitarnya,” ungkap dia.

Terkait hal tersebut, Lurah Tanjungpermai, Samsudi saat dikonfirmasi terkait banyaknya keluhan masyarakat masalah banyak lumpur dijalan akibat adanya aktifitas pembangunan perumahan. Pihak pengembang sudah diingatkan agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan yang ada disekitarnya.

Terutama saat musim hujan air.lumpur langsung ke jalan raya, akibat minimnya alur pembuangan atau parit pembuangan dari lokasi pembangunan perumahan tersebut.

“Kita sudah sampaikan agar pengembang memperhatikan lingkungan, jangan sampai justru menganggu aktifitas warga. Apa lagi sampai mencelakai penguna jalan, karena lumpur memenuhi jalan raya,” katanya.(cr1)

Tinggalkan Balasan

Back to top button