Jalan Bandara RHF Jadi Pusat Ekonomi dan Destinasi Wisata Baru Tanjungpinang

PROKEPRI.COM,TANJUNGPINANG – Jalan Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang jadi ikon destinasi wisata baru bagi masyarakat Kota Tanjungpinang, jalan tersebut merupakan jalan gerbang masuk lewat jalur udara ke ibukota Provinsi Kepulauan Riau ini.
Pada sore hari Aktivitas warga seperti berolahraga, atau sekadar duduk di bangku-bangku yang tersusun hampir di sepanjang jalan tersebut. Begitu juga saat hari Sabtu dan Minggu pagi, kawasan ini kini selalu ramai.
Tidak sedikit pula warga terlihat berfoto dengan latar belakang ikon kawasan tersebut. Ya, dalam proyek revitalisasi dan pedestrian median Jalan Bandara Internasional RHF tahap pertama, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun berbagai fasilitas serta sejumlah ikon di kawasan tersebut.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kepri Raja Heri Mokhrizal mengatakan guna menjadikan kawasan ini kian nyaman, Pemerintah Provinsi Kepri juga menanam pohon pinang yang menjadi latar belakang penamaan Kota Tanjungpinang.
“di sepanjang jalan ini ditanam pohon pinang untuk mempertegas identitas kota ini, dan juga masyarakat Kota Tanjungpinang yang berkunjung juga merasa sejuk dengan suasana jalan bandara tersebut dengan aktivitasnya masing masing” ujar Raja Heri.
Ia menambahkan bahwasanya dengan semakin banyaknya destinasi wisata di Kota Tanjungpinang, maka ekonomi juga akan bangkit dan semua masyarakat kota Tanjungpinang bisa merasakan dampaknya dengan penataan wisata yang sudah di buat oleh Pemprov Kepri.
“Diharapkan Jalan Bandara RHF ini akan memberi kesan bagi siapa saja yang datang ke Tanjungpinang. Dengan dijadikannya kawasan ini sebagai destinasi, tentu akan berdampak kepada peningkatan kunjungan yang muaranya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” terang Raja Heri.
Sejak pedestrian dan penataan median jalan Bandara RHF tahap pertama rampung, kawasan ini menjadi ramai. Bahkan hingga malam hari. Aktivitas ekonomi di kawasan ini semakin bergeliat. Aktivitas perdagangan mikro dan menengah bertumbuh. Demikian pula jasa. Ini terlihat dari ramainya toko-toko menjual makanan yang sesak oleh pengunjung. Khususnya pada sore dan malam hari.
Editor: Muhammad Faiz
