7 Mayat Diduga TKI Ilegal Kembali Ditemukan Diperairan Bintan

PROKEPRI.COM, BINTAN – Sebanyak 7 mayat manusia kembali ditemukan di sejumlah lokasi di perairan Kabupaten Bintan, Jumat (27/1). Ketujuh mayat tersebut diduga merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang tenggelam di perairan Mersing, Johor Bahru, Malaysia lima hari lalu.
Sebelumya, 1 mayat berhasil ditemukan KRI pada Kamis (26/1) kemaren.
Berdasarkan catatan jurnalis Prokepri.com dilapangan, mayat pertama ditemukan kapal perang TNI AL bernama KRI Lemadang 623di Teluk Sumpat, Teluk Sebong, Kamis (26/1) kemaren. Kemudian, mayat kedua, ditemukan pengawas lapangan golf hotel Banyan Tree Lagoi bernama Patrius di seputaran pantai di Lagoi. Sedangkan mayat ketiga, berhasil ditemukan nelayan di pantai Hotel Nirwana Gardens Lagoi.
Nelayan di Kampung Kampe, Desa Malang Rapat juga berhasil menemukan mayat keempat dan mayat kelima serta keenam ditemukan nelayan di Kampung Mengkurus, Desa Teluk Bakau, Jumat (27/1). Sedangkan mayat ketujuh (terakhir,red) ditemukan nelayan di Desa Pengudang. Termasuk kapal KRI Kelabang juga menemukan mayat yang masih dalam identifikasi di perairan Selat Riau.
Kepala Satuan Kepolisian Air (Kasat Polair) Polres Bintan, AKP Nurman mengemukakan, bahwa penemuan mayat di sejumlah lokasi berbeda tersebut, diduga merupakan korban tenggelamnya kapal TKI ilegal di Mersing, Johor Bahru, Malaysia.
“Seluruh mayat yang ditemukan di lokasi berbeda itu, dikumpulkan di pelabuhan speed boat Bulang Linggi Tanjunguban, Bintan Utara,” jelas Nurman.
Selanjutnya, sambung Nurman, mayat-mayat itu nanti akan dikirimkan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Batam.
“Diangkut dengan kapal Sea Rider KPLP Tanjunguban,” tutup Nurman. (cr1)
