Tak Ada Angin, Final Jong race di Kabupaten Bintan Ditunda

PROKEPRI.COM, BINTAN – Memasuki babak Final The Utara Jong Race 2017, di Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang terpaksa ditunda. Pasalnya iven yang mengandalkan kekuatan angin itu tidak berhembus kencang dipesisir pantai tersebut.
Ketua Panitia Iven, Michael saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa pihaknya harus menunda final sampan tradisinol tersebut. Karena angin yang menjadi pendukung untuk sampan jong beraksi tidak berhembus kencang.
“kita terpaksa menunda untuk final, karena angin tidak ada. Jadi belum bisa di pastikan untuk kegiatan finalnya. Kami masih menunggu ada angin,” sebut Michael, Minggu (29/1).
Dalam iven ini, Michael menuturkan bahwa peserta yang mengikuti sebanyak 250 Jong dewasa dan 80 anak-anak, sehingga totalnya 330 peserta.
“Kegiatan itu berlangsung sejak, Sabtu, (28/01), khusus untuk tingkat dewasa. Sedangkan untuk anak-anak, di gelar hari Minggu, (29/01). Namun belum bisa dilaksanakan karena kekuatan anginnya kurang kencang,” beber Michael.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan, Luki Zaiman Prawira, menyambut baik iven tersebut. Direncanakan, di tahun depan Dinas Pariwisata akan mengusulkan Jong Race ini memperebutkan piala Bupati Bintan. Sekaligus melestarikan permainan tradisional masyarakat ini. Karena permainan Jong sampan kecil tanpa nakhoda yang mengandalkan angin ini hanya ada di Kepulauan Riau.
“Sebagai bentuk apresiasi dalam melestarikan permainan tradisional ini, jadi tahun depan kami usulkan untuk memperebutkan piala Bupati,” kata Luki.
Sementara, jumlah peserta yang ikut lomba sebenarnya lebih banyak. Hanya dibatasi 15 jong dari 1 team yang dibenarkan. Sesangkan pesertanya dari Bintan dan Tanjungpinang.(cr1)
