KEPRI

Warga Minta Gubernur Ansar Terangi Jalan Aisyah Sulaiman

Tampak seorang Pengenda nenjadi korban Lakalantas Tunggal dan terkapar ditengah Jalan Aisyah Sulaiman di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari pada Jumat (2/5/2025) sekira pukul 20.47 WIB malam lalu. Foto prokepri/jp

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Warga Tanjungpinang meminta Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad menerangi Jalan Aisyah Sulaiman di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari.

“Kita minta pak gubernur (Ansar Ahmad,red) terangilah jalan ini. Ini jalan kalau malam gelap gulita dan membahayakan keselamatan pengendara,”kata Ido, warga Jalan Batu Naga, Minggu (4/5/2025).

Ia menuturkan, tidak adanya penerangan jalan menjadi momok menakutkan bagi para pengguna jalan yang melintas dilokasi ini.

“Sudah gelap dan sepi kalau malam, sering juga terjadi kecelakaan disini. Apa nunggu orang mati kecelakaan atau gimana, baru diterangkan,”tekan Ido.

Beberapa warga lain juga mengatakan hal yang sama.

“Baru aja kemaren ada kecelakaan disini. Kita minta pemerintah perhatikanlan penerangan jalan. Jalan ini juga jalan besar dua jalur,”pintanya tanpa menyebutkan nama.

Pantauan dilapangan, tampak tiang-tiang listrik berjejeran di Jalan Aisyah Sulaiman. Namun, di malam hari tidak ada lampu penerangan yang menyala alias mati. Sehingga membuat kondisi jalan gelap dan tentunya bakal rawan terhadap tindak kejahatan termasuk kecelakaan.

Seperti yang terjadi  pada, Jumat (2/5/2025) sekira pukul 20.47 WIB malam lalu, seorang pria pengendara sepeda motor jenis Honda Supra BP 3130 OT terkapar berlumuran darah di tengah Jalan Aisyah Sulaiman depan kantor Camat Bukit Bestari. Diduga pria itu merupakan korban Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) tunggal.

Naasnya, karena kondisi penerangan jalan gelap dan tidak melihat ada yang terkapar, sepasang suami istri yang tengah berboncengan juga terjatuh lantaran hendak menghindari korban itu.

Lebih kurang setengah jam, personel Satlantas Polresta Tanjungpinang dengan menggunakan mobil bak terbuka tiba dilokasi.

Korban pun kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Provinsi Raja Ahmad Tabib (RSUP-RAT).

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mengkonfirmasi Gubernur Ansar terkait permintaan warga itu.(jep)

Editor: yn

Back to top button