Xun Xi: Singapura Terbuka Untuk Koordinasi Dengan Polri

PROKEPRI.COM, SINGAPURA – Pemerintah Singapura melalui Commander Maritime Security (MARSEC) Command dan Information Fusion Center (IFC) menegaskan komitmennya untuk terus mempererat kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terutama dalam berbagi informasi dan penguatan komunikasi lintas kapal demi menjaga stabilitas keamanan di Selat Malaka dan Selat Singapura.
“Kami sangat menghormati hak dan kedaulatan setiap negara. MARSEC terbuka untuk koordinasi langsung dengan Polri dalam menangani insiden maritim, termasuk perompakan dan penyelundupan,” ujar Commander MARSEC RADM Ng Xun Xi, dalam pertemuan bersama Pejabat Atase Polri, Baharkam Polri dan Polda Kepri di Singapura, baru-baru ini.
Xun Xi juga menyoroti pentingnya sistem pengawasan maritim terpadu. Ia menyampaikan bahwa meskipun kasus perompakan kini terjadi dalam skala kecil, dampaknya tetap besar terhadap industri pelayaran dan ekonomi kawasan.
“Kami mengapresiasi kontribusi Polri dalam kerja sama sebelumnya, termasuk koordinasi penanganan kasus narkotika lintas negara,”tambah Xun Xi.
Xun Xi menjelaskan peran IFC sebagai pusat koordinasi informasi maritim internasional. Hingga kini, IFC memiliki 159 jaringan kerja di 58 negara.
“Kolaborasi dengan aparat penegak hukum seperti Polri sangat penting dalam memetakan pola dan modus operandi kejahatan lintas batas, khususnya narkotika dan perompakan laut,”ungkapnya.
Sementara itu, Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol. Raden Firdaus Kurniawan menekankan pentingnya sinkronisasi kanal komunikasi antara kapal MARSEC dan kapal Polri agar koordinasi di lapangan lebih cepat dan efisien.
“Keterlambatan informasi di laut bisa membuat pelaku kejahatan lolos. Karena itu, pertukaran data real-time menjadi prioritas bersama,” Ucap Raden.
Hal senada juga dikatakan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin. Asep menegaskan kesiapan Polda Kepri menjalin kerja sama strategis dengan MARSEC untuk memperkuat pengawasan di perairan Selat Singapura.
“Banyak kasus narkoba masuk ke Indonesia melalui jalur laut. Karena itu, kami berharap koordinasi dapat diperluas tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga pencegahan penyelundupan narkotika lintas negara,” Tambah Kapolda Kepri.
Dalam sesi diskusi, Dirpolairud Polda Kepri menekankan pentingnya kecepatan informasi untuk mencegah pelaku kejahatan melarikan diri di laut. Hal serupa juga disampaikan oleh Kasubdit Patroli Baharkam Polri, yang mengusulkan agar komunikasi antarnegara dapat dilakukan tidak hanya melalui jalur formal, tetapi juga secara langsung antarpejabat operasional demi mempercepat respon di lapangan.
Atase Polri menegaskan komitmen untuk menjaga komunikasi intensif dengan MARSEC. Ia menyebutkan terdapat sekitar 20 kapal yang saat ini beroperasi di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka yang menjadi fokus pemantauan bersama.(wan)
Editor: yn
